Dua Pertiga Wilayah Indonesia Laut, Sudah Seharusnya Nelayan Ikut Rasakan Nilai Lebih Pertalite

dengan pertalite ini, mesin kapal, baik 2 maupun 4 stroke itu akan lebih bagus, hemat dan membuat kondisi mesin lebih awet.

Dua Pertiga Wilayah Indonesia Laut, Sudah Seharusnya Nelayan Ikut Rasakan Nilai Lebih Pertalite
bangkapos/iwan satriawan
Perahu nelayan bersandar di pantai Tanjung Berikat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penggunaan pertalite sebagai bahan bakar sepeda motor dan mobil di Indonesia semakin meningkat sejak diperkenalkan secara resmi pada 2015 lalu di Jakarta dan Bandung.

Mengusung tagline bahan bakar yang lebih baik, pertalite secara perlahan menggantikan keberadaan premium.

Dengan RON 90, bahan bakar lebih ramah dan baik bagi kelangsungan mesin. Sebab, Pertalite tidak memiliki kandungan mangan atau besi dan timba.

Bahkan kandungan sulfurnya hanya 188, artinya lebih rendah  dibandingkan dari spesifikasi yang diharuskan oleh Ditjen Migas.

Selanjutnya, stabilitas oksidasi atau proses pembakaran pun lebih lama, mencapai 480 menit. Alhasil, pertalite akan mempengaruhi jarak tempuh kendaraan yang memang relatif lebih irit.

Kepala Bengkel Agung Toyota SM Amin Pekanbaru, Erwin mengatakan penggunaan BBM beroktan tinggi, yaitu Pertalite dan Pertamax, akan membuat mesin dengan kapasitas lebih kecil, mampu menghasilkan tenaga lebih besar.

Dalam kaitan itulah, lanjut Erwin, untuk jenis Low Cost Green Car (LCGC) atau mobil murah ramah lingkungan seperti Agya dan Calya, Toyota bahkan menempelkan saran tersebut di tangki BBM mobil.

“Sangat kami anjurkan (menggunakan BBM beroktan tinggi), karena berkaitan dengan performa, gas buang dan kenyamanan jangka panjang,” katanya.

Menurut Erwin, memang banyak kerugian menggunakan BBM oktan rendah, seperti Premium. Antara lain, membuat emisi gas buang jadi lebih polutif, sehingga tidak sesuai dengan konsep green car atau mobil ramah lingkungan.

Kerugian penggunaan Premium, imbuh Erwin, juga berdampak pada penggunaan jangka menengah dan panjang. Untuk jangka panjang, erat kaitannya dengan ketahanan mobil.

Halaman
1234
Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved