Breaking News:

Riau Region

Cegah Konflik dengan Nelayan Rohil, Diskanla Riau akan Awasi Pukat Harimau Nelayan Sumut

Untuk konflik sebelumnya yang sempat ditahan kapal nelayan dari Sumut sudah dilakukan perdamaian antara nelayan Rokan Hilir dan Sumut.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: CandraDani
ist
Warga Panipahan Rokan Hilir menyandera tiga kapal nelayan asal Sumatera Utara Selasa (5/6). Ketiga kapal ini memasuki perairan Riau dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang pemerintah yakni Trawl atau pukat hela. 

Laporan Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau tetap memantau penggunaan alat tangkap ikan nelayan dari Sumatera Utara yang menggunakan Pukat Harimau.

Hal ini guna mengantisipasi konflik susulan antar nelayan didaerah perbatasan Riau - Sumut.

Sebagaimana diketahui sebelumnya ada konflik antara Nelayan Rokan Hilir Riau dengan nelayan Sumatera Utara gara-gara nelayan Sumut menggunakan Pukat Harimau di daerah perairan Riau.

"Kami tetap memantau penggunaan alat tangkap Pukat harimau, karena sebelumnya kan yang memicu konflik ini ya gara - gara alat tangkap ikan, "ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman Mahmud kepada Tribun Jumat (31/8).

Untuk konflik sebelumnya yang sempat ditahan kapal nelayan dari Sumut sudah dilakukan perdamaian antara nelayan Rokan Hilir dan Sumut.

"Nelayan Rokan Hilir sudah berdamai dengan Sumut dan kita berharap tidak ada lagi konflik yang berkelanjutan, "ujar Herman Mahmud.

Baca: Duo Xiaomi Redmi 6 Meluncur Selasa, MiFans Indonesia Agak Kecewa

Pihaknya di Pemprov Riau juga akan berusaha melakukan MoU dengan Sumatra Utara terkait penggunaan alat tangkap ikan ini. Sehingga tidak ada lagi terjadi konflik.

" Kami akan buat MoU dan tentunya tujuannya juga bagaimana agar tidak terjadi lagi masalah di perbatasan itu, "jelasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Warga Panipahan Rokan Hilir menyandera tiga kapal nelayan asal Sumatera Utara. Ketiga kapal ini memasuki perairan Riau dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang pemerintah yakni Trawl atau pukat hela.

Ketiga kapal tersebut diamankan di Rokan Hilir sedangkan nelayan yang membawa kapal tersebut sudah melarikan diri. Masyarakat setempat sudah gerah karena seringnya aksi ilegal fishing yang dilakukan nelayan asal Sumut di perairan mereka.

Baca: Tak Yakin dengan Speknya? Saksikan Video Bedah Jeroan Pocophone F1 Ini

Oleh Dinas Perikanan dan Kelautan sendiri melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) nya melakukan penyidikan terhadap nelayan asal Sumut yang menggunakan alat tangkap terlarang tersebut.

"Tentunya akan ada proses hukum karena mereka gunakan alat tangkap yang dilarang pemerintah, dan ada aturannya yang sudah mengatur, "ujarnya.

Diakui Herman untuk daerah Rohil sendiri sudah sering konflik terjadi antara Nelayan Rohil dengan Sumut, karena nelayan Sumut masuk ke perairan mereka dengan menggunakan alat tangkap yang canggih dan terlarang.

" Memang sudah sering itu warga berkonfik diperbatasan itu, dan masalahnya sama, nelayan Sumut masuk ke perairan Panipahan Rohil, "ujar Herman.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved