Warga Kumpulkan Sumbangan untuk Hendri yang Rumahnya Terbakar Usai Disambar Petir

Warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti kumpulkan sumbangan untuk Hendri yang rumahnya terbakar usai disambar petir

Warga Kumpulkan Sumbangan untuk Hendri yang Rumahnya Terbakar Usai Disambar Petir
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Sisa rumah warga Desa Pulau Kecamatan Teluk Meranti yang terbakar karena disambar petir, Jumat (31/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, TELUK MERANTI - Warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti mengumpulkan sumbangan untuk diberikan kepada Hendri yang rumahnya terbakar usai disambar petir pada Jumat (31/8/2018) siang.

Kebakaran yang melanda rumah Hendri terjadi sesaat setelah disambar petir ketika hujan deras mengguyur daerah itu.

Setelah disambar petir, api tiba-tiba muncul dari bagian atap bangunan rumah walet yang sekaligus tempat tinggal Hendri bersama keluarganya.

Baca: Ular Ini Lebih Kuat Dibandingkan dari Ular Piton Biasa, Populasinya Sudah Puluhan Ribu

Baca: Desa Lubuk Bendahara Jadi Tuan Rumah ‎Liga Santri Nusantara Region Sumatera V Tahun 2018

Api menjalar dan membakar semua bagian rumah yang terbuat dari kayu dan papan itu, hingga seluruh bangunan hangus terbakar dan rata dengan tanah.

Warga menilai, ada pemicu lain hingga percikan api muncul setelah disambar petir.

Diduga petir menyambar baterai atau aki yang digunakan sebagai penerangan di rumah tersebut, sehingga api muncul dan membakar bangunan.

Baca: Sudah Tahu Akan Ditahan, Idrus Marham: Saya Ikuti Tahapan Ini

Baca: Diklarifikasi Dugaan Aliran Uang Suap untuk Kegiatan Partainya, Begini Tanggapan Idrus Marhan

"Di sini kan sebagian pakai tenaga surya untuk penerangan. Pakai aki atau baterai, itu yang membuat terbakar," beber tokoh masyarakah Desa Pulau Muda, H Rusli kepada Tribunpelalawan.com.

Warga langsung mengumpulkan sumbangan untuk disalurkan kepada korban.

Pasalnya, tidak ada harta benda Hendri yang dapat diselamatkan dari dalam rumah, kecuali pakaian yang terpasang di badan korban dan istrinya serta dua anaknya.

Bahkan untuk makan beberapa hari ini korban tak tau akan dicari dari mana.

"Kami kumpulkan sumbangan untuk diberikan kepada korban. Karena untuk makanpun mereka berfikir sekarang. Nanti akan dicarikan tumpangan sementara mereka," kata Rusli. (*)

Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved