Pertumbuhan Bisnis Digital Indonesia Kian Menggeliat, Generasi Millenial Pelopornya

Indonesia siap untuk mendapatkan banyak manfaat dari revolusi digital dengan dampak ekonomi yang dihasilkan yaitu USD 150 miliar per tahun pada 2025

bisniskeuangan.kompas.com
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Menyambut pertemuan ekonomi dan keuangan terbesar di Dunia, IMF Annual Meetings 2018 di Bali, Indonesia punya hal yang menarik untuk diperbincangkan.

Yaitu, peningkatan pengguna internet yang sangat drastis. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII) merilis data pengguna internet di Indonesia adalah sebanyak 50 persen dari total populasi pada Februari 2018 lalu.

Adapun populasi penduduk Indonesia diperkirakan sebanyak 262 juta. Artinya, ada 143 juta orang yang terhubung ke internet sepanjang 2017 lalu. 

Dari laporan tersebut, terdapat dua fakta yang menarik. Yaitu, penggunaan internet didominasi untuk memesan transportasi, hingga berbisnis dan berkarya. Lalu, Sebanyak 49,52 persen pengguna internet di Tanah Air adalah usia produktif, berkisar 19 hingga 34 tahun.

Selanjutnya, paparan data APJII yang tak kalah menarik adalah para kawula muda ini menggemari profesi-profesi baru di ranah maya. Semisal Selebgram (selebritas Instagram) dan YouTuber (pembuat konten YouTube).

Sementara itu, perusahaan rintisan digital atau start up pun sedikit banyak digerakan oleh kelompok usia ini, baik mereka sebagai pendiri atau konsumen.

Dengan demikian, era digital saat ini telah memberikan ruang yang begitu luas bagi siapapun untuk berkarya dan berbisnis dengan memanfaatkan internet.

Selanjutnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan McKinsey pad 2016 silam menyatakan Indonesia siap untuk mendapatkan banyak manfaat dari revolusi digital. Hal tersebut tercermin dari populasi dan peningkatan pengguna internet di tanah air yang semakin meningkat.

Oleh karena itu, untuk mempercepat kemajuan, sektor publik dan swasta negara harus fokus investasi dalam teknologi digital untuk meningkatkan infrastruktur, meningkatkan penetrasi, dan meningkatkan produktifitas.

Bahkan, dampak ekonomi yang dihasilkan yaitu USD 150 miliar per tahun pada 2025. Tentu angka yang cukup besar untuk dilewatkan begitu saja.

Halaman
1234
Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved