Breaking News:

Berita Kepulauan Meranti

Disperindagkop UKM Meranti Siapkan Lapak Pasar Modern untuk Pedagang Sungai Juling

Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kepulauan Meranti siap akomodir pedagang di Jalan Pelantar Sungai Juling

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Rombongan Komisi III meninjau lubang akibat ambruknya sebagian badan jalan pelantar Sungai Juling 

Laporan Reporter Tribun Pekanbaru, Guruh Budi Wibowo

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kepulauan Meranti menyatakan kesiapannya mengakomodir para pedagang di Jalan Pelantar Sungai Juling, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebingtinggi.

Pedagang tersebut akan diakomodir di Pasar Modern, karena sejumlah lapak di Pasar Modern masih banyak yang kosong.

"Kalau dilihat, jumlah lapak Pasar Modern yang masih kosong cukup untuk menampung mereka," ujar Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM, Ade Suhartian kepada Tribunpekanbaru.com pada Selasa (4/9/2018).

Baca: Kejari Pekanbaru Kejar Lima Buronan Korupsi

Baca: Dua Anggota Kawanan Rampok yang Beraksi di Area PT CPI Minas Ditangkap di Rohil

Namun, lanjut Ade, ia masih ragu apakah para pedagang di jalan pelantar Sungai Juling bersedia pindah ke Pasar Modern.

Sebab, beberapa waktu lalu Disperindagkop UKM pernah meminta para pedagang di jalan tersebut untuk menempati lapak Pasar Modern yang kosong.

"Pernah kami minta mereka pindah dari situ. Selain bukan untuk tempat jualan, kehadiran pedagang menyebabkan kemacetan lalu lintas," ujarnya.

Baca: Gapensi Riau Terima Kunjungan PLN Terkait Sosialisasi Layanan di Hari Pelanggan Nasional

Baca: Dua Wanita Cantik Ini Kedapatan Simpan Puluhan Butir Pil Ekstasi

Untuk merelokasi para pedagang tersebut kata Ade juga bukan kewenangan Disperindagkop UKM sepenuhnya.

Agar relokasi pedagang lancar, dibutuhkan peran aktif dari pihak Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Tak bisa kami sendiri, kamk hanya sediakan lahan saja. Butuh upaya Dishub dan Satpol PP. Dishub bisa saja menutup area itu dan Satpol PP melarang para pedagang untuk berjualan di situ," ujar Ade. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved