Pilgubri 2018

Syamsuar-Edi Natar Dilantik Bersama Khofifah Maret Tahun Depan

ubernur Riau terpilih, Syamsuar-Edi Natar Nasution akan dilantik oleh Presiden RI bersama dengan Gubernur Jawa Timur, Koffifah Indar Parawansa

Syamsuar-Edi Natar Dilantik Bersama Khofifah Maret Tahun Depan
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pasangan no urut satu Syamsuar dan Edy Nasution saat menghadiri konferensi pers di Media Center Karib Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Rabu (27/6/2018) 

Sementara Sonny Soemarsono mengatakan proses pemberhentian Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) baru diproses setelah keluar Daftar Calon Tetap (DCT).

Sebagaimana diperkirakan DCT baru ditetapkan 20 September 2018 mendatang, menurut Sonny Soemarsono yang bersangkutan Arsyadjuliandi Rachman tidak perlu lagi mengajukan surat permohonan pengunduran diri. Karena sudah melampirkan pernyataan mundur saat mendaftar Caleg.

"Pernyataan mundur (Andi Rachman) dilampirkan saat mendaftar sebagai calon. Administratif SK pemberhentian, diproses dan diterbitkan setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon dalam Daftar Calon Tetap (DCT), "ujar Sonny Soemarsono.

Namun lanjut Sonny Soemarsono bila ternyata batal masuk DCT, yang bersangkutan masih bisa balik dan masih aktif kembali dalam jabatan semula.

Baca: Ini Penjelasan Polda Riau Terkait Terduga Penghina Ustaz Abdul Somad di Medsos

Baca: Warga Rumbai Berhasil Tangkap Dua Pelaku Jambret setelah Sempat Kejar-kejaran

"Berarti Wagub sebagai Plt setelah DCT keluar, yang akan menjalankan tugas Gubernur tentu wakilnya hingga akhir masa jabatannya,"ujar Sonny.

Untuk prosesnya sendiri lanjut Sonny Soemarsono akan melalui tahapan paripurna Dewan untuk selanjutnya dikeluarkan SK pemberhentian dengan hormat serta pengangkatan Wakilnya jadi Gubernur Depenitif.

"Depenitifnya nunggu penetapan dari Mendagri, "ujarnya.

Mulai Pamit

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan pamitnya kepada Kepala Daerah se-Riau dalam acara Rapat Koordinasi persiapan pelaksanaan Pemilu dan Pilpres yang diselenggarakan Selasa (4/9) di Pekanbaru.

Dalam kesempatan itu, Andi Rachman menyebut Rakor tersebut merupakan Rakor terakhirnya memimpin sebagai Gubernur karena akan mundur pada 20 September 2018 mendatang karena maju pada Pemilihan Legislatif pusat.

Baca: Penghina Ustaz Abdul Somad di Facebook Diamankan FPI

Baca: Coba Sepatu Tanpa Kaus Kaki Aman dari Infeksi? Begini Penjelasan Dokter

Halaman
123
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved