Pekan Life

2 Orang Meninggal Dunia, Hingga Awal September 230 Warga Pekanbaru Terserang DBD

Bahkan dari jumlah tersebut dua orang meninggal dunia akibat ganasnya penyakit yang disebabkan dari gigitan nyamuk aedes aegypti.

TribunPekanbaru/DoddyVladimir
Pasien demam berdarah sedang dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rabu (3/2/2016). Sampai 31 Januari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad sudah menangani 131 pasien deman berdarah, 74 diantaranya anak-anak dan angka tersebut cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi momok yang menakutkan bagi warga Pekanbaru.

Data yang Tribun himpun di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, hingga awal September ini, 230 warga Pekanbaru terserang penyakit DBD.

Bahkan dari jumlah tersebut dua orang meninggal dunia akibat ganasnya penyakit yang disebabkan dari gigitan nyamuk aedes aegypti.

Korban meninggal terjadi pada minggu ke 14 dan minggu ke 20 lalu. Dua korban meninggal merupakan warga yang sama-sama berdomisili di wilayah Kecamatan Pekanbaru Kota.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy, Kamis (6/9/2018), menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkunganya.

Baca: Ponsel RAM 6 GB, Ini Spesifikasi Lengkap Oppo Realme 2 Harga Rp 2.3 Jutaan

Baca: Ini Harga dan Spesifikasi Lengkap Nokia 6.1 Plus, Ponsel Poni Nokia Pertama

Sebab lokasi yang lembab dan banyak genangan air, bisa menjadi tempat yang paling nyaman bagi nyamuk penyebab DBD.

"Masyarakat lebih aktif berperilaku hidup sehat agar terhindar dari DBD. Lalukan 3 M plus. Menguras, menutup dan mendaurulang barang bekas," katanya.

Selain itu, kata dia, jika masyarakat menggunakan bak penampungan air, harus dibersihkan sekali dalam seminggu. Program memutus mata rantai DBD juga terus berjalan dengan adanya kader jumantik.

"Program kita terus jalan. Saat ini kita targetkan satu rumah, satu kader jumantik. Kami juga menyasar dunia pendidikan untuk memberikan edukasi DBD. Dari para pelajar inilah kader jumantik terbentuk," ujarnya.

Baca: Penghina Ustaz Abdul Somad Pemilik Akun FB Jony Boyok Terancam Sanksi Adat 

Baca: Kuasa Hukum Ustaz Abdul Somad Minta Kasus Penghinaan Prioritas Ditangani 

Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, wilayah yang paling banyak ditemukan kasus DBD adalah Kecamatan Tampan.

Di Kecamatan ini ditemukan ada 42 kasus. Kemudian Tenayan Raya dan Payung Sekaki masing-masing 37 kasus.

Selanjutnya, Kecamatan Marpoyan Damai sebanyak 22 kasus, Bukit Raya 17 kasus, Sukajadi 15 kasus, Senapelan 14 kasus, Rumbai Pesisir 13 kasus, Limapuluh 12 kasus, Rumbai 10 kasus, Pekanbaru Kota 9 kasus dan paling sedikit ditemukan kasus DBD adalah kecamatan Sail yang hanya tercatata 2 kasus hingga awal September ini.

"Total seluruhnya sepanjang tahun ini sampai awal pekan pertama September kemarin sebanyak 230 kasus," katanya. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved