Berita Riau

Rudenim Pekanbaru Deportasi WNA Bangladesh Siang Ini

Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru menjadwalkan pemulangan paksa atau deportasi terhadap Warga Negara Asing (WNA) Bangladesh.

Rudenim Pekanbaru Deportasi WNA Bangladesh Siang Ini
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sebanyak 31 warga negara asing (WNA) asal Bangladesh yang terdiri dari 30 orang pria dan 1 wanita ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, siang ini, Kamis (6/9/2018) menjadwalkan pemulangan paksa atau deportasi terhadap Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh.

Mereka dideportasi karena terkait berkas keimigrasian yang tidak lengkap dan dugaan akan keluar ke Malaysia tanpa melalui pintu resmi imigrasi belum lama ini.

"Jam 11 nanti Rudenim akan memberangkatkan gelombang ke dua WNA Bangladesh ke Jakarta dalam rangka deportasi," ungkap Kepala Divisi Imigrasi Kanwilkumham Riau, Mas Agus Santoso kepada Tribunpekanbaru.com.

Baca: Video : Segera Dideportasi, 20 WNA Asal Banglades di Pekanbaru Dipindahkan Ke Jakarta

Baca: Ustaz Abdul Somad Buka Suara Soal Intimidasi yang Dialaminya,Awak Baik-baik Dipersekusi Juga

Baca: PLN Lakukan Pemadaman Listrik, Ini Jadwal dan Lokasi yang Padam Kamis 6 September

Sebelumnya terdapat 31 orang warga negara Bangladesh yang diamankan TNI AL di Dumai belum lama ini.

Mereka diketahui hendak menyeberang ke Malaysia tanpa melalui pintu resmi pos Imigrasi.

Sejak awal memang berniat ingin memasuki Malaysia.

Persoalannya, kedua negara tidak memiliki perjanjian bebas visa, berbeda dengan Indonesia yang memberlakukan bebas visa kunjungan bagi warga Bangladesh.

Mereka berangkat dari Bangladesh menuju Indonesia dengan transit terlebih dulu di Kuala lumpur, Malaysia.

Seluruhnya tercatat masuk ke Indonesia melalui Jakarta pada tanggal 20-23 Juli lalu.

Usai diamankan Imigrasi, mereka dideportasi karena pelanggaran keimigrasian.

Pemulangan ke Bangladesh ini dilakukan secara bertahap.

Tahap kedua ini jumlah yang akan dideportasi mencapai 20 an orang.

"Kemungkinan sampai dengan 20 orang yang tersisa dari gelombang pertama lalu," lanjutnya. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved