Banjir Bandang Kabupaten Solok

Banjir Bandang Landa 2 Daerah di Kabupaten Solok, 1 Warga Tewas dan 4 Orang Hipotermia 

Banjir Bandang Landa 2 Daerah di Kabupaten Solok, 1 Warga Tewas dan 4 Orang Hipotermia 

Banjir Bandang Landa 2 Daerah di Kabupaten Solok, 1 Warga Tewas dan 4 Orang Hipotermia 
Tribunpekanbaru/istimewa
Banjir bandang landa Kabupaten Solok setelah hujan lebat mengguyur Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat Kamis (6/9/2018) sore hingga malam. Dua daerah dilanda banjir bandang hingga ketinggian banjir mencapai pinggang orang dewasa. 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Banjir Bandang Landa 2 Daerah di Kabupaten Solok, 1 Warga Tewas dan 4 Orang Hipotermia. 

Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat pada Kamis (6/9/2018) sore hingga malam, menyebabkan dua daerah dilanda banjir bandang hingga ketinggian banjir mencapai pinggang orang dewasa.

Bahkan akibat banjir yang terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 20.45 WIB itu, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia dan empat orang mengalami luka ringan dan sempat dibawa ke puskesmas terdekat dan korban luka ringan diagnosa mengalami hipotermia.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia.

Namun menurut keterangan dari Dinas BPBD Kabupaten Solok, korban meninggal diduga akibat serangan jantung.

"Diduga karena serangan jantung, karena menurut beberapa warga, korban terkejut begitu mengetahui air besar datang," kata Kepala Dinas BPBD Kabupaten Solok, Dasril saat dihubungi tribunpadang.com dari Padang, Jumat (7/9/2018) pagi.

Baca: Jambret Kalung Emas di Pasar Pagi Parak Laweh Padang, Pasangan Kekasih Nyaris Dibakar Massa

Baca: Kawanan Beruang Liar Berkeliaran Dalam Kampung di Pelalawan, Sudah Mangsa Ternak Warga 

Baca: Suami Istri Pemilik Pabrik Miras Oplosan Diringkus Polda Sumbar, 4.380 Botol Diamankan

Dasril pun menuturkan bahwa dua daerah yang terdampak banjir bandang itu terjadi di Kecamatan Bukit Sundi, yaitu di Nagari Muaro Paneh dan Nagari Kinari. Namun yang paling parah adalah Nagari Muaro Paneh.

Bahkan, kata Dasril, korban meninggal dunia itu tinggal di Nagari tersebut, yaitu di Jorong Balai Pinang.

"Nama korban yang meninggal dunia itu Amik, usianya 60 tahun," ujar Dasril.

Di Nagari Muaro Paneh, lanjutnya, terdapat sebanyak 1.830 orang yang terdampak banjir bandang.

Halaman
12
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved