Banjir Bandang Kabupaten Solok

Jumlah Korban Jiwa Akibat Banjir Solok Bertambah Jadi 2 Orang

Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda dua nagari di Kecamatan Bukit Sandi pada Kamis malam terus bertambah.

Jumlah Korban Jiwa Akibat Banjir Solok Bertambah Jadi 2 Orang
Tribunpekanbaru/istimewa
Banjir bandang landa Kabupaten Solok setelah hujan lebat mengguyur Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat Kamis (6/9/2018) sore hingga malam. Dua daerah dilanda banjir bandang hingga ketinggian banjir mencapai pinggang orang dewasa. 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda dua Nagari di Kecamatan Bukit Sandi, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat pada Kamis (6/9/2018) malam terus bertambah.

Dari data yang diterima tribunpadang.com dari Kecamatan Bukit Sundi terdapat dua korban jiwa dan tujuh orang mengalami luka-luka dan hingga kini masih dirawat di Puskesmas Muaro Paneh.

"Iya, ada dua korban jiwa dan tujih korban luka dan masih di rawat di Puskesmas Muaro Paneh," kata Kepala Donas BOBD Kabupaten Solok Dasril saat dihubungi tribunpadang.com dari Padang, Jumat (7/9/3018) sore.

Baca: Suami Tewas karena Dituduh Curi Kerbau, Istri Ajukan Tuntutan, Makam Sudah Digali untuk Otopsi

Kedua korban jiwa, sebut Dasril, tonggal di Nagari Muaro Paneh. Keduanya bernama Amik yang tinggal di Jorong Balai Panjang, dan Udin warga Jorong Koto Panjang. Amik, kata dia, meninggal karena sakit jantung. Sedangkan Udin, karena sebelumnya sudah sakit-sakitan.

"Udin ini meninggal tak ada hubungannya dengan bencana banjir bandang tersebut, karena dia juga sudah sakit-sakitan sebelumnya. Saat banjir dia dibawa ke rumah sakit. Setiba di rumah sakit dia langsung meninggal," ujarnya.

Kemudian untuk korban luka ringan, Dasril menyebut bahwa mereka merupakan warga Nagari Kinari. Saat ini, BPBD Kabupaten Solok bersama PMI, Dinas Pemadam Kebakaran dan sejumlah relawan serta masyarakat, masih melakukan pembersihan material banjir.

"Di samping itu, kami juga terus melakukan pendataan terhadap korban terdampak banjir. Dari data yang didapat hingga Jumat siang ini, terdapat 3.207 jiwa yang terdampak banjir dan 421 unit runah rusak," ujarnya.

Baca: 5 Fakta Penemuan Bangkai Dugong Ikan Duyung di Rupat Utara Bengkalis, Dagingnya Pernah Dimakan

Selain rumah, lanjutnya, juga ada 3 unit bangunan sekolah yang rusak, 8 musala, 2 masjid, 1 asrama dan 1 Kantor Wali Nagari Kinari, serta 20 kios juga rusak akibat dilanda banjir yang terjadi Kamis malam tersebut.

Kemudian, sebanyak 322 Ha areal persawahan juga gagal panen, karena sekitar 3 ton gabah hanyut dibawa banjir. Tidak hanya itu saja, bahkan 15 ekor kambing, 7 ekor sapi dan itik sebanyak 300 ekor juga hanyut dibawa banjir.

"Sedangkan kendaraan yang terdampak banjir, ada sepeda motor sebanyak 20 unit dan mobil 6 unit. Kendaraan tersebut rusak karena direndam banjir bandang," pungkas Dasril.(*)

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved