Pelalawan

Berkas Tipikor Bank Dana Amanah Dikirim ke Kajari, Polres Pelalawan Dalami Aset Tersangka

Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan mengirimkan berkas perkara dugaan Tipikor Bank Dana Amanah Pelalawan 2017 ke kejaksaan.

Berkas Tipikor Bank Dana Amanah Dikirim ke Kajari, Polres Pelalawan Dalami Aset Tersangka
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Kantor Bank Dana Amanah Pelalawan yang terletak di Jalan Lintas Timur Kota Pangkalan Kerinci. 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan mengirimkan berkas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bank Dana Amanah Pelalawan tahun 2017 ke kejaksaan untuk diteliti jaksa.

Pengirim berkas ke jaksa atau P19 merupakan tahapan hukum dalam penanganan kasus sebelum pelimpahan barang bukti dan tersangka.

Penyidik Satreskrim menunggu petunjuk dari jaksa peneliti Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

"Berkas sudah kita limpahkan agar diteliti kejaksaan. Kita sudah koordinasi dengan rekan-rekan jaksa dalam perkara ini," ungkap Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan, melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian, kepada tribunpelalawan.com, Minggu (9/9/2018).

Baca: Silek Arts Festival 2018 Resmi Digelar Selama 3 Bulan

Sambil menunggu petunjuk kejaksaan, penyidik sedang mendalami aliran uang yang dibobol tersangka NAP alias Nadya dari Bank Dana Amanah Pelalawan sewaktu dirinya menjabat teller.

Polisi juga berniat melacak aset-aset milik perempuan berusia 28 tahun itu.

Untuk membongkar secara terang benderang perkara yang merugikan Pemda Pelalawan hingga Rp 400 Juta lebih.

Apabila kejaksaan menyatakan berkasnya lengkap atau P21, pihaknya akan menyerahkan tersangka serta seluruh barang bukti. Namun jika masih ada petunjuk kejaksaan, mereka akan menggali dan mendalami kasus ini kembali.

"Tersangka sampai sekarang masih kita tahan di sel," tandasnya.

Baca: Nasib Tenaga Honorer Pemkab Inhu Masih Belum Pasti

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Pelalawan menangkap buronan kasus Tipikor Bank Dana Amanah berinisial NAP alias Nadya pada 12 Agustus lalu. Perempuan menghilang selama satu tahun setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Nadya menguras rekening milik dua nasabah bank berplat merah itu hingga Rp 444 juta. Penarikan dialkukan sebanyak 22 kali antara tahun 2015 sampai tahun 2016 silam.

Akibatnya pemiliki rekening menuntut uangnya dikembalikan dan bank milik Pemda Pelalawan ini membayarnya hingga kerugian ditanggung Pemda. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved