Ustaz Abdul Somad

Penyelidikan Dugaan Penghinaan UAS Dilakukan dengan Cepat

Polda Riau terus melakukan penyelidikan dugaan penghinaan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) oleh terduga Jony Boyok

Penyelidikan Dugaan Penghinaan UAS Dilakukan dengan Cepat
internet
Ilustrasi - Pemilik Akun Jony Boyok dan Ustaz Abdul Somad 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Polda Riau terus melakukan penyelidikan dugaan penghinaan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) oleh terduga Jony Boyok.

Penyelidikan ini dilakukan dengan cepat agar tuntas dan tidak berlarut-larut.

Upaya penyelidikan cepat dikakukan dengan cara aktif mengambil keterangan saksi terlapor dan saksi korban di kediaman mereka masing-masing.

Baca: Ustaz Abdul Somad Berkunjung Pejabat Ini Janji Tidak akan Lakukan Penyimpangan Anggaran

Baca: Gubernur Ini Nyatakan Daerahnya Terbuka untuk Ustaz Abdul Somad dan Kalangan Ulama

Sebelumnya, Sabtu lalu penyelidik memintai keterangan saksi korban, UAS di rumahnya, begitu pula dengan keterangan saksi terlapor, Jony Boyok diambil di kediamannya pula.

"JB diambil keterangannya di kediamannya, semata-mata untuk kecepatan kita menyelesaikan kasus ini," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto kepada Tribun, Senin (10/9/2018) malam di Mapolda Riau.

Selain kedua orang itu, penyelidik diketahui juga telah memintai keterangan tiga orang saksi lainnya, ketiganya juga telah dimintai keterangan Sabtu lalu di kediaman Ustadz Abdul Somad.

"Kita juga mintai keterangan tiga orang saksi pada hari sabtu itu. Nur zein, Delfizar, dan M. Khalid," lanjutnya.

Saat ini penyelidik sedang menjadwalkan pemeriksaan ahli guna menuntaskan penyelidikan sebelum dilakukan gelar perkara untuk memastikan perkara naik ke penyidikan.

Baca: TERPOPULER: Ambulance Tabrak Motor, Momen Ustaz Abdul Somad Lihat Anaknya Lahir 1 Muharam

Baca: Acara Tabligh Akbar di Jateng Sukses, Ustaz Abdul Somad Ungkap Peran Pejabat Ini

Sebelumnya, terlapor, Jony Boyok memposting kalimat dugaan penghinaan kepada Ustad Abdul Somad di akun Facebook miliknya.

Dalam postingan itu Jony Boyok menyebut kalimat yang tidak sepantasnya diucapkan kepada orang lain, terlebih kepada ulama.

Akibatnya akun Jony Boyok banjir komentar netizen yang memrotesnya dan mengecamnya.

Hari Kamis (6/9/2018) ia lantas dijemput oleh Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru bersama sejumlah masyarakat untuk kemudian diantarkan ke Mapolda Riau.

Dalam pengakuannya kepada polisi dan FPI serta perwakilan masyarakat, Jony Boyok menyatakan penyesalannya dan khilaf karena sedang kalut dengan permasalahan keluarga. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved