Breaking News:

Indragiri Hilir

Gema Muharram Hari Ini Perlombakan Syair Ibarat Kiamat Milik Tuan Guru Syekh Abdurrahman Siddiq

Lomba syair ibarat kiamat akan menyemarakkan rangkaian event Wisata Religi Gema Muharram di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Rabu (12/9/2018).

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
Istimewa
Kepala Disporabudpar Inhil, Junaidi, S.Sos, M.Si membacakan sambutan Bupati Inhil dalam do'a peralihan tahun 1439H-1440 H dan tabligh akbar event wisata religi Gema Muharram di Masjid Al-Huda Tembilahan, Senin (10/9/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com, T Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHANLomba syair ibarat kiamat akan menyemarakkan rangkaian event Wisata Religi Gema Muharram di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Rabu (12/9/2018).

Lomba ini bisa dibilang sangat menarik dan unik dari perlombaan lain yang ada di Gema Muharram, karena para peserta dituntut untuk menyairkan bait demi bait Syair yang merupakan karya terbaik dari ulama Inhil Tuan Guru Syekh Abdurrahman Siddiq.

“Diperlombakan cara menyairkannya itu dengan penampilannya. Karena namanya syair ibarat, bagaimana peserta membawakan agar terasa kabar kiamat seperti sebenarnya, mulai dari pembukaan sepeti apa, bagian tengah dan terakhir,” ujar Kadisporabudpar Inhil, Junaidi Ismail, S.Sos, M.Si melalui Kabid Pariwisata Erni.

Baca: Hasil Japan Open 2018 Hari Kedua, Ganda Putra Indonesia Dihentikan Pasangan Denmark

Lebih lanjut Erni menjelaskan, Syair Ibarat Kiamat berisi nasehat kehidupan di dunia dan akhirat milik Tuan Guru Syekh Abdurrahman Siddiq seorang ulama Inhil kelahiran Dalam Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan tahun 1857 yang meninggal di Sapat, Kuindra, Kabupaten Inhil, Riau 10 Maret 1930.

“Syair ibarat kiamat hampir sejajar dengan karya Raja Ali Haji yaitu Gurindam 12 yang ditulis oleh Tuan Guru yang hijrah ke Sapat,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang penasaran seperti apa Syair Ibarat Kiamat, perlombaan yang diikuti pelajar tingkat SD, SMP dan SMA di Tembilahan ini dimulai pukul 09.00 WIB hingga malam (selesai).

Baca: Beruang yang Teror Warga Pelalawan Kembali Melintas, Tapi Tak Masuk Jebakan Kerangkeng

Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad 'Afif bin Mahmud bin Jamaluddin Al-Banjari adalah seorang ulama dari etnis Banjar yang dikenal di mana-mana bahkan sampai di Mekkah karena ia juga menjadi pengajar di Masjidil Haram dan memiliki Murid tersebar sampai ke Singapura, Malaysia dan Kalimantan.

Dirinya pernah diangkat oleh Sultan Mahmud Shah (Raja Muda) sebagai Mufti Kerajaan Indragiri 1919-1939 berkedudukan di Rengat dan mengabdikan diri di Kerajaan Indragiri. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved