Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dumai

Duh, Sejak Awal Pekan Harga Cabe di Dumai Makin Pedas

Harga komoditi cabe di Kota Dumai mendadak pedas sejak awal pekan ini. Lonjakan harga cabe cukup signifikan dibanding pekan lalu.

Penulis: Fernando | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Sejumlah pembeli memilih cabe dan sayur di satu pedagang Pasar Bunda Sri Mersing, Kota Dumai. Sejak awal pekan terjadi kenaikan harga cabe merah di pasaran Kota Dumai. 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM, DUMAI - Harga komoditi cabai di Kota Dumai mendadak pedas sejak awal pekan ini. Lonjakan harga cabai cukup signifikan dibanding pekan lalu.

Kondisi ini terjadi di sebagian besar pasar tradisional di Kota Dumai.

Baca: VIDEO: Kasus Jony Boyok yang Hina UAS, LAM Riau Pastikan Tetap Jalani Hukum Adat

Data dari Dinas Perdagangan Dumai, harga cabai sejak awal pekan ini menanjak naik. Cabai merah dari Bukittinggi naik jadi Rp 35.000 dari harga Rp 26.000/kg pada pekan lalu. Kenaikannya mencapai Rp 11.000/kg.

Harga cabai merah asal Medan juga naik siginifikan menjadi Rp 35.000/kg. Ada kenaikan sekitar Rp 10.000 /kg dari harga sebelumnya yakni Rp 25.000/kg. cabai merah lokal masih stabil di harga Rp 20.000/kg juga naik menjadi Rp 30.000/kg.

Lain halnya bawang merah pada pekan ini turun harga jadi Rp 20.000/kg. Ada penurunan harga Rp 4000/kg dari harga sebelumnya yakni berkisar Rp 24.000/kg.

Baca: BKD Perbolehkan Peserta CPNS 2018 Ikut Tes CAT di Meranti

Harga komoditi pangan lainnya di pasaran Kota Dumai masih stabil jelang akhir pekan ini. Di antaranya minyak goreng hingga gula pasir. Pasokan komoditi pangan pun masih normal.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai, Zulkarnaen belum memastikan penyebab kenaikan harga cabai di Kota Dumai sejak awal pekan ini. Ia menyebut pihak dinas bakal terus mengawasi gejolak harga komoditi pangan di pasaran Kota Dumai.

"Saat ini belum terlalu ada gejolak harga. Kenaikannya masih stabil," terang Zulkarnaen kepada Tribunpekanbaru.com, Jum'at (14/9/2018).

Baca: Kuota Guru Penerimaan CPNS Jauh Dari Harapan, Ini Saran DPRD Kepada Pemko Pekanbaru

Mereka rutin memantau harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional. Di antaranya Pasar Pulau Payung, Pasar Bunda Sri Mersing, Pasar Senggol hingga Pasar Jaya Mukti.

Zulkarnaen menyebut bahwa tekanan dolar Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah masih belum pengaruhi harga komoditas pangan di Kota Dumai. Ia beralasan pasokan komoditi pangan masih berasal dari petani lokal bukan impor. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved