Ustaz Abdul Somad

VIDEO: Kasus Jony Boyok yang Hina UAS, LAM Riau Pastikan Tetap Jalani Hukum Adat

untuk menerapkan hukuman adat tersebut, terlebih dulu pihaknya akan mendengarkan masukan dan saran anggota

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU -- Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau meminta agar semua masyarakat menahan diri untuk tidak mengambil sikap sendiri, sembari menunggu proses hukum dari pihak kepolisian, terhadap Jony Boyok yang diduga melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik Datuk Seri Ulama Setia Negara Ustadz H Abdul Somad Lc MA, melalui media sosialnya beberapa waktu lalu.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Al Azhar mengatakan, pihaknya berharap kasus ini bisa segera dituntaskan, sehingga masyarakat yang sampai saat ini masih terus mempertanyakan masalah tersebut bisa segera mendapatkan kepastian.

Baca: Penyidik Perikas Terlapor Dugaan Penghinaan Ustad Abdul Somad, Jony Boyok

Hal itu disampaikan Datuk Seri Al Azhar di Balai Adat Melayu Riau, saat konferensi pers didampingi oleh sejumlah kuasa hukum LAM Riau, Kamis (13/9).

Sedangkan terkait penerapan hukum adat, dalam kesempatan itu, Datuk Seri Al Azhar mengatakan, untuk menerapkan hukuman adat tersebut, terlebih dulu pihaknya akan mendengarkan masukan dan saran anggota MKA yang akan dibahas didapat MKA LAMR.

"Dalam perspektif hukum adat, tidak ada pakai dugaan lagi. Karena apa yang disampaikan Jony Boyok melalui akun Facebooknya kepada UAS itu bukan dugaan, tapi merupakan penghinaan. Kata dugaan tidak ada lagi dan itu sudah jelas dan nyata penghinaan," terangnya.

Baca: Pemilik Akun Jony Boyok Hina UAS, Ustaz Abdul Somad: Saya Sedih, Apa Salah Saya

Dalam waktu dekat dikatakan Al Azhar, pihaknya akan menimbang kesalahan itu untuk sampai kepada hukuman adat yang dijatuhkan kepada pelaku penghina Ustaz Abdul Somad.

"Berkemungkinan pada hari Rabu depan kita akan melakukan penimbangan tersebut," ulasnya.

Terkait hukum adat yang tertinggi yaitu diusir dari negeri Melayu Riau, menurut Al Azhar hal tersebut juga berlaku di dalam aturan adat Melayu manapun di Riau ini, sanksi terberat tersebut juga memiliki regulasi dan waktu.

"Soal hukuman diusir, bisa dalam waktu limit, ada batas dan bisa juga tak terbatas. Namun hukuman ini mengacu melalui pertimbangan atas kesalahan yang dilakukan Jony Boyok tersebut, tergantung pertimbangan nantinya," tuturnya.

Ditambahkannya, hukuman diusir di negeri ini ada turunannya yakni hukum sumpah, jika yang bersangkutan tak menjalankan hukuman adat dengan diusir dari negeri Melayu, maka LAMR akan menerapkan hukum sumpah tersebut.

Sementara itu, salah seorang kuasa hukum LAM Riau, Zulkarnain mengatakan, proses hukum adat sama sekali tidak mencampuri proses hukum dari pihak kepolisian yang sedang berjalan saat ini.

Dia menambahkan, pihaknya juga berharap agar proses hukum yang dijalani Jony Boyok saat ini bisa cepat diproses.

"Karena saat ini proses Jony Boyok tanggung jawabnya tetap di Polda Riau, kita khawatirkan ada pihaknyang taj bisa bendung emosi, kemudian mengambil sikap sendiri, itu juga menjadi tanggung jawab Pilolda Riau, karen itu kita berharap agar prosesnya tidak menunggu lama lagi," tuturnya.

Sebagaimana sebelumnya, akun facebook Jony Boyok menghina UAS beberapa waktu lalu, ia kemudian dibawa sejumlah pihak ke Diskrimsus Polda Riau untuk dimintai keterangan. Jony tidak langsung ditahan karena ancaman hukumannya hanya 4 tahun penjara, namun proses hukum akan tetap berlanjut.

Penulis: Alex
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved