Riau

Kedapatan Sembelih Sapi Betina Produktif Bisa Dipidana dan Didenda Ratusan Juta

Peringatan bagi masyarakat Riau, kedapatan sembelih sapi betina produktif bisa dipidana dan didenda ratusan juta

Kedapatan Sembelih Sapi Betina Produktif Bisa Dipidana dan Didenda Ratusan Juta
Tribun Pekanbaru/ist
Kedapatan Sembelih Sapi Betina Produktif Bisa Dipidana dan Didenda Ratusan Juta 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Peringatan bagi masyarakat Riau, kedapatan sembelih sapi betina produktif bisa dipidana dan didenda ratusan juta.

‎Pasalnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ‎(Distanak Keswan) Provinsi Riau saat ini tengah gencar sosialisasikan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang larangan menyembelih sapi/ kerbau betina produktif.

‎Dimana, Sosialisasi serupa juga sudah dilakukan Distanak Keswan Provinsi Riau, di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) belum lama ini, di salah satu hotel di Pasirpangaraian dihadiri para Bhabinkamtibmas dan UPTD.

Baca: DPRD Pekanbaru Dukung Terobosan DPM-PTSP Berangus Pungli Perizinan

Baca: Erafone Mal SKA Berikan Hadiah Mobil dalam Program Eraversary

Sekretaris Disnakbun Rohul CH. Agung Nugroho STP, didampingi Kasi Perbibitan dan Produksi Ahmad Junaidi SPT, mengungkapkan, ‎sebagai tindaklanjut, Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rohul, menerjunkan petugas dibantu Bhabinkamtibmas untuk gencar melakukan sosialisasi larangan kepada masyarakat agar tidak menyembelih sapi/ kerbau betina produktif.

Ia mengatakan UU Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2014, sebagai salah satu upaya pemerintah pusat yang diedarkan ke kabupaten/ kota sebagai upaya meningkatkan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwap).

Agung menerangkan, Upsus Siwap ini merupakan upaya pemerintah dalam mencapai target nasional populasi sapi atau kerbau di kabupaten/ kota. Sedangkan target populasi sapi di Kabupaten Rohul 4.200 ekor untuk Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik.

"Sosialisasi UU larangan menyembelih sapi/ kerbau betina produksi sendiri sudah memasuki tahun kedua, dan sasaran sosialisasi ke seluruh kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Rohul," katanya, Selasa (18/9/2018).

Baca: Beruang Madu Terperangkap di Jeratan Babi di Giam Siak Kecil, Ini Kata BBKSDA Tentang Populasinya

Baca: Lahan Hendak Dieksekusi, Ratusan Warga Bumi Ayu Geruduk PN Dumai

Lebih lanjut diungkapkanya, sesuai UU Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2014‎, masyarakat yang dengan sengaja menyembelih sapi/ kerbau betina produktif akan dikenakan sanksi pidana 1 sampai 3 tahun, dan denda antara Rp100 juta sampai Rp300 juta.

Sedangkan bagi yang menganiaya dan/ atau menyalahgunakan hewan sehingga mengakibatkan cacat dan/ atau‎ tidak produktif akan dikenakan sanksi pidana 1 sampai 6 bulan dan denda antara Rp1 juta sampai Rp5 juta.

Agung mengimbau, masyarakat atau peternak di Rohul tidak menyembelih sapi/ kerbau betina produktif.‎

Diakuinya, bila terjadi indikasi tindak pidana, maka untuk penegakan hukum akan dilakukan Polri.

"Sejauh ini belum ada ditemukan sapi betina produktif yang disembelih," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved