Berita Riau

Syintia Dewi Hadir Langsung di Sidang Bawaslu Tanpa Kuasa Hukum

Dalam sidang Senin sore tersebut, hadir langsung Syintia Dewi Ananta, tanpa didampingi kuasa hukumnya.

Syintia Dewi Hadir Langsung di Sidang Bawaslu Tanpa Kuasa Hukum
Istimewa
Sidang gugatan Calon DPD, Syintia Dewi Ananta yang digugurkan KPU Riau karena dinilai belum cukup umur saat mendaftar, di kantor Bawaslu Riau, Senin (17/9). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM  -- Setelah dilakukan pembacaan laporan dugaan pelanggaran Pemilu dari pelapor calon DPD, Syintia Dewi Ananta, Senin (17/9), selanjutnya pada 20 September 2018 akan dilakukan sidang lanjutan dengan agenda pembacaan dari pihak terlapor dalam hal ini KPU Provinsi Riau, di Kantor Bawaslu Riau, Jalan Adisucipto, Pekanbaru.

Dalam sidang Senin sore tersebut, hadir langsung Syintia Dewi Ananta, tanpa didampingi kuasa hukumnya.

Sidang dimulai pukul 15.30 WIB, pelapor dan terlapor hadir dalam sidang ini. Sebagai salah seorang Bacaleg merasa dilakukan tidak adil oleh pihak KPU, atas dasar putusan TMS yang dilakukan oleh KPU Provinsi Riau kepada Bacaleg, disebabkan karena pelapor masih berusia 20 tahun, 5 bulan.

Baca: PSPS vs Persibat Batang, Catatan Lima Laga Terakhir: Trend PSPS Meningkat, Persibat Menurun

Dalam sidang ini hadir dua anggota DPRD Riau, Ilham M Yasir dan Sri Rukmini selaku Anggota KPU Provinsi Riau, sebagai pihak Terlapor.

Sebelumnya pelapor telah melakukan laporan dugaan pelanggaran administrasi Pemilu oleh KPU Provinsi Ruai pada tanggal 7 September 2018, ke kantor Bawaslu Provinsi Riau jalan Adi Sucipto, Pekanbaru.

Pasalnya KPU Provinsi Riau telah mencoret nama pelapor dari Daftar Calon Sementara (DCS) dalam perlehatan Pileg tahun 2019 dengan alasan usia pelapor baru berusia 20 tahun 5 bulan atau belum sampai usia 21 Tahun saat dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh terlapor.

Baca: Tasman Jen dan Joko Dapat Penginapan dari Dubes RI di Berlin. Dua Kakek Pesepeda Siap Keliling Eropa

Anggota Bawaslu Provinsi Riau, Neil Antariksa selaku Ketua Majelis Sidang meminta pelapor dan terlapor memperlihatkan tanda pengenal diri berupa KTP. Kemudian pelapor diminta untuk membacakan tuntuttannya kepada terlapor.

Sidang berakhir pada pukul 17.45 WIB dan akan dilanjutkan pada sidang pada tanggal 20 September 2018 mendatang. (*)

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved