Berita Riau

Balai TNTN dan Tim Gabungan Amankan Perambah Kawasan Sebagai Bagian Upaya Revitalisasi

Tim gabungan melakukan penindakan terhadap perambah kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan.

Balai TNTN dan Tim Gabungan Amankan Perambah Kawasan Sebagai Bagian Upaya Revitalisasi
Istimewa
Patroli dan penyisiran perambah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) oleh tim gabungan dari Balai TNTN, Polri, dan TNI pada Selasa (18/9/2018) lalu. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kepolisian dan TNI, Rabu (19/9/2018) kemarin melakukan penindakan terhadap perambah kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan.

Penindakan diketahui dengan cara membakar gubuk para perambah kawasan hutan menjadi perkebunan.

Kepala Balai TNTN, Supartono kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (20/9/2018) membenarkan kegiatan itu.

"Iya, sekarang prosesnya sudah di Polres Pelalawan," ujarnya.

Baca: Berkas CPNS 2018, Seperti Apa Foto Selfie Sambil Pegang KTP? Begini Contoh Posenya

Pembakaran lahan TNTN ini lanjut Supartono merupakan upaya dari penguasaan kawasan Taman Nasional oleh para perambah. Penindakkan dilakukan sebagai bagian dari proses revitalisasi.

"Itu bagian dari proses revitalisasi, karena dia mau menggunakan lahan TNTN,'' sebut Supartono.

Saat ini, kata Supartono, ada juga upaya pendataan partisipasi. Dimana prosesor dilakukan terhadap warga pendatang sedang diproses di empat desa.

''Dari partisipasi itu nanti akan diketahui, untuk melakukan kebijakan,'' paparnya.

Baca: Karhutla di Areal Taman Nasional Tesso Nilo, Satu Titik Api Kembali Terdeteksi di Pelalawan

Lebih lanjut pihaknya menargetkan akan merevitalisasi 2.000 hektar lahan kembali dikuasai. Lahan itu selama ini dikuasai oleh warga

Sebelumnya, Kementerian Politik Hukum dan Keamanan memastikan skema penegakkan hukum atas perambah lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Skema penegakan hukum dilakukan sebagai bentuk penertiban atas perambahan dan alih fungsi kawasan TNTN menjadi pemukiman dan perkebunan Kelapa Sawit. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved