Berita Riau

Berkas Dugaan Tipikor BRI Agro Dinyatakan Lengkap

Berkas perkara dugaan Tipikor kredit fiktif di BRI Agro Cabang Pekanbaru senilai Rp 4 miliar telah dinyatakan lengkap atau P21.

Berkas Dugaan Tipikor BRI Agro Dinyatakan Lengkap
Tribun Pekanbaru/KOLASE
Kolase Korupsi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berkas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kredit fiktif di BRI Agro Cabang Pekanbaru senilai Rp 4 miliar dengan tersangka Syahroni Hidayat telah dinyatakan lengkap atau P21.

Penyidik dalam waktu dekat penyidik akan melimpahkan berkas dan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap II. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Sri Odit Megonondo, Kamis (20/9/2018) menerangkan jika pihaknya telah merampungkan proses penyidikan dengan pengumpulan keterangan saksi-saksi termasuk tersangka, dan barang bukti.

"Berdasarkan penelitian berkas oleh jaksa peneliti, atau tahap I, sudah dinyatakan lengkap atau P21, jadi kita akan lakukan proses tahap II," terangnya.

Baca: Jadwal Liga Europa Paok vs Chelsea Siaran Langsung RCTI Malam ini  

Dari penelitian berkas, Jaksa Peneliti menyatakan berkas perkara telah memenuhi syarat formal dan materil, dan dinyatakan lengkap. Selanjutnya, kata Odit, akan dilakukan proses tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Untuk tahap II, kita jadwalkan pekan depan," lanjutnya

Ia juga berharap proses penyusunan dakwaan oleh JPU tidak terlalu lama, sehingga berkas dapat dilimpahkan ke pengadilan.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kasus ini rampung," tegasnya.

Kasus ini diketahui bergulir saat pihak bank memberikan kredit dalam bentuk modal kerja untuk pembiayaan dan pemeliharaan kebun kelapa sawit yang terletak di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), kepada debitur atas nama Sugito dan kawan-kawan, melalui Jauhari Y Hasibuan, dengan total luas lahan kelapa sawit seluas 54 hektare sebagai agunan. Total luas lahan itu terdiri dari 27 persil dalam satu hamparan.

Baca: Buat Pembeli Tiket Eksklusif Konser Syahrini, Dapat Emas 24 Karat dan Barang Mahal Lainnya

Belakangan diketahui jika SKGR ini tidak dikuasai oleh pihak bank. Suratnya berada di tangan seorang oknum pegawai di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Rohul. Sekarang lahan tersebut masuk daerah Kampar.

Total kredit yang diberikan senilai Rp 4,050 miliar terhadap 18 debitur tersebut memiliki jumlah bervariasi yaitu Rp150 juta dan Rp 300 juta.

Jangka waktu kredit selama 1 tahun, dan jatuh tempo Februari 2010, dan diperpanjang beberapa kali sampai dengan 6 Februari 2013.

Sejak tahun 2015, terhadap kredit tersebut dikategorikan sebagai kredit bermasalah (non performing loan) sebesar Rp 3.827.000.000. Jika dihitung bunga dan denda, total kerugian negara mencapai Rp 5,3 miliar. Diduga terdapat rekayasa dalam pemberian kredit karena penagihan terhadap debitur tidak dapat dilakukan karena mereka tidak pernah menikmati fasilitas kredit yang diberikan. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved