Pelalawan

Sisir Areal TNTN yang Dirambah Warga, Tim Gabungan Bakar Gubuk Kosong

Tim gabungan melakukan penyisiran perambah hutan dan patroli Karhutla di areal TNTN, Selasa (20/9/2018) lalu.

Sisir Areal TNTN yang Dirambah Warga, Tim Gabungan Bakar Gubuk Kosong
Istimewa
Patroli dan penyisiran perambah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) oleh tim gabungan dari Balai TNTN, Polri, dan TNI pada Selasa (18/9/2018) lalu. 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Tim gabungan melakukan penyisiran perambah hutan dan patroli Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di areal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Selasa (20/9/2018) lalu.

Dalam rangka pengamanan dan revitalisasi kawasan TNTN.

Patroli dan penyisiran perambah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) oleh tim gabungan dari Balai TNTN, Polri, dan TNI pada Selasa (18/9/2018) lalu.
Patroli dan penyisiran perambah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) oleh tim gabungan dari Balai TNTN, Polri, dan TNI pada Selasa (18/9/2018) lalu. (Istimewa)

Tim gabungan yang melaksanakan patroli yakni personil dari Balai TNTN, TNI, dan Polri yang memulai titik penyisiran dari Dusun Bukit Makmur Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan.

Tim berhasil mengamankan satu orang pelaku pembakaran lahan.

Baca: Kemenhub Terima Lulusan SMA/SMK Sederajat Terbanyak Cek Infonya di Sscn.bkn.go.id

Tersangka berinisial PS itu diduga membakar lahan yang diklaim sebagai miliknya hingga api menghanguskan lahan seluas 12 hektar.

"Kasusnya ditangani Polres Pelalawan. Pelaku dan barang bukti sudah diamankan disana," tutur Kepala Balai TNTN Pelalawan, Supartono, kepada tribunpelalawan.com, Kamis (20/9/2018).

Setelah mengamankan pelaku pembakr lahan, tim kembali melanjutkan patrolinya.

Tim menyisir daerah hutan di tepi areal TNTN untuk mencari perambah lahan yang menguasai areal taman nasional dengan mengolah dan membangun kebun kelapa sawit.

Baca: Sedang Berlangsung! Live Streaming PSS Sleman vs Persiba Balikpapan Liga 2 2018

Tim menemukan satu gubuk yang didirikan terduga perambah, namun saat diperiksa bangunan terbuat dari papan itu dalam keadaan kosong. Personil gabungan tidak menemukan siapapun di gubuk maupun di daerah sekitarnya.

"Gubuknya kita bakar sampai habis. Ini sebagai tanda bahwa kita berkomitmen menjaga dan mengamankan areal taman nasional," tambah Supatono.

Kedepan pihaknya akan mengintensifkan patroli dengan menggandeng instansi penegak hukum sebagai bentuk pengawasan dan meminimalisir aksi perambahan. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved