Pelalawan

Pengerjaan Lamban, Kadis PUPR Pelalawan Ultimatum Kontraktor Rehab Gedung DPRD

Dinas PUPR kembali memanggil kontraktor proyek rehabilitasi gedung DPRD Pelalawan tahun 2018

Pengerjaan Lamban, Kadis PUPR Pelalawan Ultimatum Kontraktor Rehab Gedung DPRD
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Pekerja proyek rehab gedung DPRD Pelalawan sedang memasang peranca besi untuk melanjutkan pengerjaan bagian atap, Kamis (20/9/2018). Dinas PUPR mengultimatum kontraktor agar segera menuntaskan proyek. 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowowr Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali memanggil kontraktor proyek rehabilitasi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan tahun 2018. Lantaran pengerjaan proyek perbaikan kantor DPRD lamban.

Pemborong proyek dari PT Kemuning Yona Pratama dipanggil setelah proyek rehab senilai Rp 3,2 Miliar itu menjadi sorotan berbagai kalangan. Karena cara kerja kontraktor yang tidak sesuai dengan target pekerjaan, terlebih lagi jumlah pekerja yang tak sampai 10 orang.

"Kemarin sudah saya panggil kontraktornya. Saya tekankan kalau proyek itu harus selesai. Tak bisa tidak," beber Kepala Dinas PUPR Pelalawan, Hasan Tua Tanjung, kepada tribunpelalawan.com, Jumat (21/9/2018).

Baca: ‎Kesal Sulit Dapatkan LPG 3 Kg, Seorang Warga Tandun Ngamuk di Pangkalan

Hasan Tua mengultimatum pemborong agar segera mengejar ketertinggalan progres pekerjaan. Material utama seperti keramik dan bahan bangunan harus segera dipasok, supaya tukang tidak kebanyak istirahat karena stok material habis.

Selain itu pemasangan keramin di lantai II dan III harus segera dimulai, termasuk menuntaskan interior kamar mandi.

Kemudian, pembongkaran atap serta pemasangannya harus mulai selambat-lambatnya awak November.

Karena pembukaan atap harus langsung dengan pemasangan, menghindari musim hujan yang akan menyulitkan pekerjaan.

Baca: Hadir di Pekanbaru Ghea Idol Hibur Pengunjung Karambia Cafe

Disisi lain gedung tersebut juga digunakan untuk kegiatan DPRD dan jika hujan turun akan tergenang air di dalam ruangan.

"Ini rehab berat, bukan bangun baru. Satu sisi gedung tetap dipakai ketika pekerjaan berjalan. Disisi lain pekerjaannya memang rumit," tambah Hasan Tua.

Pantauan tribunpelalawan.com di kantor DPRD lokasi pengerjaan proyek rehab, beberapa pekerja dibagian luar sibuk memasang peranca besi untuk bisa menggapai atap.

Sebagian lain melansir keramik yang susun di lantai dasar. Dibagian belakang gedung dua pekerja sibuk melansir pecahan sisa material. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved