Lee Chong Wei Terkena Kanker, Inilah Perjalanan Karir Pebulutangkis Unggulan Malaysia Itu

Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia mengkonfirmasi bahwa pemain terbaik mereka, Lee Chong Wei, terkena kanker stadium awal.

AFP PHOTO/ROSLAN RAHMAN
Pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei, membuang keringat saat sedang bertanding melawan pemain Tiongkok, Lin Dan, pada semifinal Asian Games 2014 di Gyeyang Gymnasium, Incheon, Korea Selatan, Minggu (28/9/2014). 

"Untuk satu raket, saya dibayar 1 ringgit. Dalam sehari, saya bisa memasang senar 20 sampai 30 raket," kata Lee.

Dia meminta kepada pemilik toko untuk menyimpan semua upahnya dan menggantinya dengan raket.

Kisah sedih Lee bukan lantas berakhir. Dia dan keluarganya mendapatkan musibah. Pencuri masuk ke rumahnya dan mengambil tas berisi empat raket yang didapatnya dengan kerja keras.

"Saya sangat kecewa. Bagaimana saya bisa bermain bulu tangkis jika tidak ada raket? Tidak mudah bagi saya untuk membeli raket-raket itu?" ucap Lee.

Lee masih beruntung karena pelatihnya memberikan dua raket miliknya.

"Hanya Tuhan yang tahu bagaimana perasaan saya ketika itu. Saya merasa bangkit dari kematian karena bisa melanjutkan ambisi saya dengan bantuan pelatih," ucapnya.

Lee, yang mulai menekuni bulu tangkis ketika berusia 10 tahun, harus menempuh perjalanan selama berjam-jam dengan bus untuk bisa berlatih.

Tiga kali dalam seminggu dia menempuh perjalanan dari rumahnya di Bukit Mertajam menuju akademi bulu tangkis di Jelutong.

Perjuangannya membuahkan hasil. Dia akhirnya meninggalkan keluarganya di Penang pada usia 17 tahun untuk bergabung dengan tim nasioanal.

Perjalanannya tak lantas jadi mudah. Tak pernah jauh dari keluarga dan merasa terisolasi di pelatnas karena menjadi pendatang baru membuatnya menangis setiap hari.

Halaman
1234
Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved