Pelalawan

‎Dua Titik Api Terpantau di Pelalawan, Pemadaman Dibantu Helikopter Water Bombing

Hari ini, Senin (24/9/2018), dua titik api terpantau kembali di Kabupaten Pelalawan

‎Dua Titik Api Terpantau di Pelalawan, Pemadaman Dibantu Helikopter Water Bombing
tribunpekanbaru.com
Proses pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jalan Lingkar Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kamis (13/9/2018), oleh personil tim gabungan 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Hari ini, Senin (24/9/2018), dua titik api terpantau kembali di Kabupaten Pelalawan. Upaya pemadaman kembali dilakukan tim operasi di darat dan dibantu dari tim satgas udara.

Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terletak di Dusun Kopau Kelurahan Kerumutan Kecamatan Kerumutan. Areal yang terbakar merupakan lahan gambut milik masyarakat. Api terdeteksi sejak Minggu (23/9/2018) lalu dan sempat berhasil dipadamkan oleh tim gabungan di Kerumutan.

"Ternyata hari ini naik lagi apinya. Mungkin karena hari ini panas jadi terbakar kembali," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribunpelalawan.com.

Baca: 6 Drama Korea Romantis yang Bikin Selalu Jatuh Cinta dan Baper, Kamu Harus Nonton

Karhutla kedua terdapat di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras yakni areal Taman Nasional Tessi Nilo (TNTN). Api terpantau oleh satgas udara yang pertama kali yang terlihat dari helikopter.

Baca: Pimpin Apel Perdana, Plt Gubri Puji ASN Pemprov Sudah Mulai Disiplin

Setelah dilakukan koordinasi dengan Satgas darat, pemadaman langsung dilakukan menggunakan helikopter Water bombing.

"Kalau di areal TNTN lahannya mineral. Kalau bahan bakar yang bagian atas habis, api akan padam sendiri. Jadi jika disiram dari atas akan lebih efektif," tandasnya.

Pihaknya terus melakukan koordinasi bersama dengan tim gabungan di kecamatan terkait kondisi terkini karhutla. Jika memang penangananya membutuhkan personil yang banyak pihaknya siap menerjunkan tim lebih banyak lagi ke lokasi.

"Luasnya cuman sedikit, tapi akses ke dalam yang cukup sulit," tandasnya. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved