Eksklusif

Dinas PUPR Riau Minim Anggaran untuk Atasi Abrasi. Libatkan Mahasiswa KKN Tanam Bakau

Dinas PUPR Riau Minim Anggaran untuk Atasi Abrasi. Libatkan Mahasiswa KKN Tanam Bakau

Dinas PUPR Riau Minim Anggaran untuk Atasi Abrasi. Libatkan Mahasiswa KKN Tanam Bakau
Tribun Pekanbaru/Guruh
Warga Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat membuat penahan pantai seadanya menggunakan kayu bakau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masalah abrasi menjadi masalah serius di wilayah pesisir Riau.

Abrasi sudah menggerus lahan pertanian dan perkebunan masyarakat, bahkan pemukiman masyarakat ikut terancam.

Setidaknya ada tiga kabupaten saat ini di Riau terkena dampak abrasi parah, yakni Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir.

Baca: 700 Hektare Daratan Desa Topang Kepulauan Meranti Ditelan Laut. Warga Harapkan Penahan Abrasi

Baca: Di Desa Mentayan Bengkalis; Sawah, Ladang, Rumah, Sekolah Hingga Kuburan Terus Diterjang Ombak

Baca: Ratusan Hektare Kebun Sawit Hingga TPI di Desa Jangkang Bengkalis Hilang Ditelan Laut Akibat Abrasi

Luas lahan yang sudah terban ke laut makin banyak.

Seperti di bibir Pantai Bantan, Bengkalis, abrasi sudah mengkhawatirkan.

Lahan persawahan masyarakat banyak menjadi korban. Begitu juga yang terjadi di Pulau Rupat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau Riau Efendi mengakui abrasi terparah terjadi di tiga kabupaten tersebut.

Hingga saat ini belum ada pencegahan abrasi yang maksimal meski pembangunan turap di bibir pantai sudah dilakukan.

Hanya saja pembangunannya tidak linier dengan kerusakan abrasi karena terbatasnya anggaran.

"Perbaikan ada dianggarkan tapi nggak semua bisa karena anggaran minim untuk Bidang SDA dan juga harus share program lainnya," ujar Efendi kepada Tribunpekanbaru.com, pekan lalu.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved