Gejolak Dolar, Penjualan Produk iPhone di Pekanbaru Turut Terimbas

Hampir secara keseluruhan paralatan elektronik terdampak naiknya harga dolar.

Gejolak Dolar, Penjualan Produk iPhone di Pekanbaru Turut Terimbas
Apple
iPhone SE yang meluncur pada Senin (21/3/2016) tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Silver, Gold, Space Gray, dan Rose Gold 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hampir secara keseluruhan paralatan elektronik terdampak naiknya harga dolar.

Dolar yang terus meroket tajam, memicu naiknya harga barang-barang tersebut. Tak tanggung-tanggung, perunit peralatan elektronik bisa naik ratusan ribu.

Nilai tukar rupiah terhadap USD dolar dalam beberapa minggu belakangan sering naik turun. Bahkan beberapa waktu lalu mencapai angka Rp.15.000.

Salah satu jenis produk elektronik yang harga menjadi terpicu naik yakni produk ponsel, termasuk brand Apple yang langsung didatangkan dari negeri Paman Sam.

Baca: Ini Kronologi Tewasnya Kakak Syahrini: Bak Truk Kena Kabel Listrik, Cuci Kendaraan Berakhir Duka

Saat dolar terus meroket beberapa waktu balakangan, membuat produk iPhone busutan Apple ini naik menjadi Rp.500.000 ribu sampai Rp.700.000 perunitnya.

"Kemarin-kemarin (dolar) kan sempat menyentuh angka Rp.15.000, membuat produk iPhone juga terpengaruh dari sisi harga. Naiknya sampai Rp.700 ribu perunit," jelas Staf pusat penjualan produk Apple, Story-i di Mal Ska Pekanbaru, Rolando, Rabu (26/9/2018).

Meski dolar kemarin sempat menguat, namun Story-i tidak bisa langsung menurunkan harga. Apalagi kondisi pada hari ini, Rabu (26/9/2018), dolar kembali bergejolak menyentuh angka Rp.14.900.

"Sampai saat ini harga kita masih harga kemarin. Tak ada kenaikan lagi sepertinya. Kalaupun dolar saat ini Rp.14.900, berarti kita tak perlu lagi manaikkan, karena harga kita saat ini berpatokan pada harga dolar Rp.15.000 kemarin," papar Roland.

Baca: 10 Drama Korea Terbaru Tayang Mulai Minggu Ini & Awal Oktober, Genre Romantis, Medis hingga Thriller

Roland mengaku, dari beberapa jenis produk Apple, hanya iPhone yang terpanguruh tingginya nilai tukar dolar. Apalagi, produk tersebut terbilang paling laris dan laku di Story-i Mal Ska.

Untuk jenis produk Mac baik iMac maupun MacBook, beberapa bulan belakangan harganya masih sama atau tidak ada perubahan. Bisa saja dikarenakan Story-i masih punya stock barang lama.

Roland membeberkan, menggilanya dolar memang tak bisa ditebak. Bahkan pihaknya pun tak menyangka hal ini turut berimbas terhadap jumlah kunjungan atau transaksi konsumen.

Baca: 10 Drama Korea Terbaru Tayang Mulai Minggu Ini & Awal Oktober, Genre Romantis, Medis hingga Thriller

"Penjualan kita jadi menurun, harga produk yang mau tak mau harus kita naikkan, membuat konsumen beralih (beli produk yang lebih murah, red). Penurunan penjualan kita dua minggu ini turun sekitar 50 persen. Kita sih berharapnya kondisi rupiah stabil," katanya.

"Tapi kita cukup terbantu dengan pemindahan toko kita lantai dasar Mal SKA, dulu orang kalau mau ke Story-i harus naik ke lantai satu. Sekarang mudah dijumpai karena posisi kita berada di lantai dasar, tak jauh dari pintu masuk," ulasnya. (*)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved