Berita Riau
VIDEO: DPRD Riau Minta Aspirasi Masyarakat Tidak Sembarang Dicoret
Pihak DPRD Riau meminta pemangkasan anggaran sembarangan agar jangan terjadi, terutama dengan mencoret
Penulis: Alex | Editor: David Tobing
Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com, Alexander
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Pihak DPRD Riau meminta pemangkasan anggaran sembarangan agar jangan terjadi, terutama dengan mencoret sembarangan pokok pikiran (pokir) anggota dewan dalam rangka rasionalisasi APBD Riau 2018.
Salah seorang anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau, Marwan Yohanes mengatakan, jika sudah dilakukan penyusunan RAPBD, maka aspirasi yang dijemput DPRD Riau itu namanya tidak lagi pokir, tapi RAPBD yang dengan nomenklatur program pembangunan untuk masyarakat.
"Kalau sudah menjadi RAPBD, tidak ada lagi ini pokir, atau aspirasi, namanya RAPBD, hasil kesepakatan antara pihak legislatif dan eksekutif dalam menyusun anggaran.Apalagi sampai menyebut nama anggota dewan, ini pokirnya Marwan atau si A. Nggak bisa begitu. Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menjemput aspirasi masyarakat, dan itu ada aturannya," kata Marwan kepada Tribun, Selasa (25/9).
Baca: Gantikan Hardianto di DPRD Riau, Nurzaman Dilantik Kamis Besok
Dalam menjemput aspirasi masyarakat tersebut, apa yang disampaikan masyarakat, dan dibutuhkan masyarakat, sudah dipertimbangkan oleh DPRD untuk kelayakannya, untuk kemudian diajukan ke pemprov Riau.
"Makanya tidak boleh pokok pikiran ini sembarangan dimasukkan dan juga tidak boleh sembarangan dicoret," ujarnya.
Baca: Korban Tewas Mitsubishi Pajero Tabrak Pohon Ternyata Ingin Temui Keluarga yang Akan Operasi
Karena itu, terkait anggaran yang dipangkas, menurut Marwan diharapkan dibahas dan diputuskan antara legislatif dan eksekutif dalam pembahasan anggaran.
"Harus pertimbangkan skala prioritasnya untuk kepentingan masyarakat Riau, jangan ada lagi kata, ini pokir anggota dewan maka dicoret. Itu asumsi yang salah," ujarnya.