Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Tekno

Video Live Streaming Ustaz Abdul Somad Tak Lancar, Mungkin Ini Penyebabnya

Jumlah ini belum termasuk para netizen follower akun Facebook dan Instagram UAS yang senantiasa menonton lewat smartphone secara live streaming.

Editor: CandraDani
facebook/ustadzabdulsomad
Tabligh Akbar Menyambut Tahun Baru Islam 1440 H dimulai di Lapangan Alun-alun Citramas, Pangkep. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Siapa tak kenal Ustaz Abdul atau UAS. Tausiah atau ceramahnya tak hanya bernas dan mencerahkan, tetapi juga selalu diselingi dengan canda yang sewajarnya. UAS selalu memakai bahasa yang lugas, luwes dan mudah dicerna oleh ummat.

Maka tidak heran, setiap ceramah atau tausiah UAS selalu dihadiri oleh ribuan umat muslim. Bahkan saat peringatan Tsunami ke 13 di Banda Aceh, Deseber 2017 lalu, diprediksi jumlah jamaah yang hadir di Kota Banda Aceh mencapai angka 1 jutaan lebih.

Jumlah ini belum termasuk para netizen atau warganet follower akun Facebook dan Instagram UAS yang senantiasa menonton lewat smartphone secara live streaming.

Sebagaimana diketahui, jumlah follower UAS di Instagram mencapai angka 4,2 juta dan di Facebook berjumlah 1,3 juta lebih.

Lautan manusia saat Ustaz Abdul Somad mengisi tabligh akbar di Selatpanjang
Lautan manusia saat Ustaz Abdul Somad mengisi tabligh akbar di Selatpanjang (Facebook ustaz abdul somad)

Para warganet atau follower Ustaz Abdul Somad ini, selalu menantikan, menikmati serta menonton tausiah Ustaz Abdul Somad yang disiarkan secara live dimanapun berada.

Video Live Streaming yang disiarkan oleh tim Ustaz Abdul Somad, tentu saja tak selamanya mulus ataupun lancar.

Ini semua tergantung dengan kondisi, infrastruktur jaringan operator, teknologi yang diusung oleh operator, kualitas jaringan-apakah dekat dan dalam coverage BTS, serta faktor lainnya ikut menentukan.

Baca: TERKUAK Penyebab Plt Gubernur Riau Sebut Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Paling Lama di Dunia

Secara teknis, hal ini bisa dijelaskan dengan gamblang mengapa pengalaman menonton video UAS di atas terkadang tak sesuai harapan kita semua.

Dikutip dari KompasTekno, disebutkan bahwa Video semakin jamak ditonton lewat perangkat mobile seperti smartphone.

Penyedia perangkat telekomunikasi Ericsson memperkirakan 75 persen traffic internet seluler pada 2023 bakal dikuasai oleh jenis konten ini.

Di Indonesia, kondisi internet mobile rupa-rupanya masih termasuk urutan terbawah dunia untuk urusan menonton video.

Mobil internet kecamatan
Mobil internet kecamatan (TribunPekanbaru/Nasuha Nasution)

Setidaknya begitulah menurut laporan berjudul The State of Mobile Video (September 2018) yang dirilis oleh lembaga riset Open Signal.

Laporan Open Signal menunjukkan bahwa koneksi download internet mobile di Indonesia secara keseluruhan -berdasar kecepatan rata-rata serta ketersediaan jaringan 3G dan 4G- hanya mencapai 6,6 Mbps.

Angka yang diraih itu hanya lebih tinggi dari beberapa negara berkembang lain, yakni Thailand, Kamboja, Filipina, Pakiskan, dan India.

Jauh di bawah negara-negara yang terkenal memang memiliki internet kencang seperti Korea Selatan (45 Mbps) dan Singapura (38 Mbps).

Walhasil, nilai “pengalaman menonton video” di Indonesia pun termasuk paling kecil dengan skor 45,59, di bawah negara-negara lain di kawasan ASEAN kecuali Kamboja dan Filipina yang duduk di urutan bontot.

Open Signal mengukur nilai kualitas “pengalaman menonton video” berdasarkan kriteria yang diusun oleh lembaga Internatioal Telecommunication Union (ITU), meliputi kualitas gambar, waktu loading, dan frekuensi video tersendat (stalling).

Illustrasi jaringan internet lemot
Illustrasi jaringan internet lemot ()

Untuk metodologinya, Open Signal mengumpulkan dari aplikasi smartphone bikinannya sendiri dan bikinan rekanan secara otomatis.

Sebanyak 87 miliar pengukuran dari 8 juta perangkat di seluruh dunia dikumpulkan dalam periode antara 14 Mei hingga 11 Austus 2018 untuk laporan The State of Mobile Video edisi September 2018.

Cepat tak berarti baik Meski ada korelasi antara kecepatan downlink dan kualitas pengalaman menonton video, Open Signal turut menemukan bahwa negara-negara yang memiliki internet seluler kencang tak dengan sendirinya memberika pengalaman menonton yang baik pula.

“Begitu sebuah negara melewati kecepatan download keseluruhan 15 Mbps, kecepatan koneksi hanya berpengaruh sedikit terhadap kualitas streaming video,” tulis Open Signal dalam laporannya, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Kamis (27/9/2018).

Baca: Wakil Rakyat Desak Pemprov Riau Perbaiki Jalan Hangtuah yang Longsor Sebelum 2019

Dari 69 negara dalam daftar di laporan, sebanyak 11 di antaranya mencetak skor kualitas menonton video dengan predikat “sangat baik” di kisaran nilai 65 hingga 75 poin (dari 100 poin). Ini berarti di sebelas negara tersebut video bisa dimuat dengan cepat dan jarang tersendat walaupun di resolusi tinggi.

Namun, bahkan di antara mereka, tak ada satupun yang berhasil memperoleh predikat “sempurna” dengan kisaran skor di atas 75 poin.

Negara-negara Eropa mendominasi daftar kualitas menonton video terbaik dalam laporan Open Signal.

Layanan Telkomsel 4G LTE di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Dalam upaya mendukung event Asian Games 2018, Telkomsel bersiap untuk mengimplementasikan teknologi terkini TDD Massive MIMO yang memungkinkan BTS 4G mengirim dan menerima lebih dari satu sinyal data secara bersamaan dalam kanal radio yang sama sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan LTE.
Layanan Telkomsel 4G LTE di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Dalam upaya mendukung event Asian Games 2018, Telkomsel bersiap untuk mengimplementasikan teknologi terkini TDD Massive MIMO yang memungkinkan BTS 4G mengirim dan menerima lebih dari satu sinyal data secara bersamaan dalam kanal radio yang sama sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan LTE. (Foto/Istimewa)

Sebanyak 9 dari 11 negara dengan skor tertinggi berada di Benua Biru. Urutan teratas ditempati oleh Republik Ceko.

Sementara itu, Korea Selatan adalah negara dengan kecepatan internet overall terkencang.

Namun untuk soal pengalaman menonton video, ternyata Negeri Ginseng masih teringgal dari 15 negara lain.(*)

Sebagian Isi Artikel ini telah tayang di https://tekno.kompas.com/read/2018/09/27/10110047/kecepatan-streaming-video-diuji-global-indonesia-termasuk-paling-buruk

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved