Bengkalis

Bawaslu Bengkalis Lakukan Identifikasi Kerawanan Pemilu

Bawaslu Bengkalis sudah melakukan identifikasi kerawanan Pemilu 2019 mendatang di Kabupaten Bengkalis sejak beberapa waktu lalu

Bawaslu Bengkalis Lakukan Identifikasi Kerawanan Pemilu
Tribun Pekanbaru
Menuju Pilpres 2019 

Laporan Wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkalis sudah melakukan identifikasi kerawanan Pemilu 2019 mendatang di Kabupaten Bengkalis sejak beberapa waktu lalu.

Identifikasi kerawanan Pemilu ini berguna untuk memperoleh data titik rawan berpotensi terjadi kecurangan saat Pemilu. Hal ini diungkap Ketua Bawaslu Bengkalis Mukhlasin, Jumat (28/9/2018) sore.

Menurut dia IKP dibuat Bawaslu Bengkalis ini akan menjadi fokus pengawasan pada Pemilu tahun mendatang.

Baca: Bawaslu Riau Selesaikan Sengketa Caleg Pileg 2019 Melalui Mediasi

Baca: Disdukcapil Inhu Siapkan Ruangan Khusus untuk Pengurusan Legalisir Dokumen Kependudukan

"Jadi nanti berdasarkan IKP ini maka kita memiliki fokus pengawasan, di daerah rawan," kata Mukhlasin.

Menurut Mukhlasin IKP tersebut diluncurkan Bawaslu secara nasional. Memang IKP Nasional bersumber dari kabupaten dan kota se Indonesia

"IKP ini diambil dari kerawanan yang terjadi pada tahun sebelumnya, baik kerawanan yang terjadi pada Pemilu, maupun pada Pilkada yang dilaksanakan," kata Mukhlasin..

Mukhlasin mengatakan, secara nasional daerah Riau tidak masuk wilayah rawan. Status kerawanan di Riau bisa dikatakan hijau dibandingkan provinsi lainnya di bagian Indonesia Timur.

Sementara itu Ketua Divisi Pencegahan dan Hubungan Kemasyarakatan serta Kelembagaan Bawaslu Bengkalis Usman mengatakan untuk wilayah Bengkalis tingkat kerawanan kecurangan tertinggi berada di Dapil Mandau dan Pinggir, karena secara geografis daerah tersebut memiliki budaya dan masyarakat yang heterogen.

Baca: Saksikan Pawai Tank dan Flag Relay di Acara HUT ke 73 TNI

Baca: Wan Thamrin Ajak Masyarakat Ikuti Imunisasi Vaksin MR

"Sehingga dibutuhkan pengawasan yang cukup panjang agar bisa dipastikan di sana tidak terjadi kerawanan kecurangan seperti politik uang, dan politik SARA ," kata Usman.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved