Pekanbaru

Setelah PNS Satpol PP Ditangkap Nyabu, Kini Giliran PNS Diskop Ditahan Gara-Gara Kasus Penipuan

YTZ ditahan pihak kejaksaan negeri Pelalawan atas dugaan penipuan penjualan tanah.

Setelah PNS Satpol PP Ditangkap Nyabu, Kini Giliran PNS Diskop Ditahan Gara-Gara Kasus Penipuan
Net
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satu per satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemko Pekanbaru tersangkut masalah hukum. Bahkan selama sepekan ini saja ada dua PNS yang tersandung masalah hukum.

Pertama oknum PNS Satpol PP yang ditangkap aparat kepolisian atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Kemudian yang kedua, PNS di Dinas Koperasi dan UMKM yang tersandung dugaan tindakpidana penipuan.

Baca: FOTO: Lezatnya Mie Sagu, Makanan Khas Riau

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru, berinisial YTZ bahkan sudah ditahan pijak kejaksaan negeri Pelalawan. YTZ ditahan pihak kejaksaan negeri Pelalawan atas dugaan penipuan penjualan tanah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru, Maskur Tarmizi membenarkan adanya dua ASN yang tersangkut masalah hukum tersebut. Namun pihaknya mengaku belum mendapatkan surat resmi dari pihak kepolisian dan kejaksaan.

"Iya benar. Tapi saya taunya baru dari media. Surat resminya belum kami terima," katanya.

Baca: Stadion Utama Riau Bakal Dikelola Investor dari Luar Riau, Menpora Siap Datangkan Investor

Pihaknya akan berkoordinasi dengan inspektorat untuk mengecek informasi tersebut.

Termasuk soal penjatuhan sanksi kepada yang bersangkutan.

"Nanti kita akan folloup. Kalau memag sudah ditahan, tentu nanti kita minta surat penahananya. Kita akan koordinasikan denga inspektorat nanti untuk melacaknya," ujarnya.

Sementara saat disinggung terkait sanksi, Maskur mengaku belum bisa memastikanya.

Baca: KONI Pekanbaru akan Salurkan Sagu Hati Bagi Atlet Berprestasi di Asian Games 2018

Sebab saat ini proses hukum kedua ASN ini masih berporses. Sehingga sanksi pemberhentian belum bisa dilakukan.

"Kalau pemberhentian tentu kita tunggu ingkrah. Tapi kalau sudah ditahan dan kita sudah dapatkan surat penahanannya nanti kita akan berhentikan sementara," sebutnya. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved