Pelalawan

Pengadilan Negeri Pelalawan akan Sidangkan Perkara Izin Perkebunan yang Libatkan WN India

PN Pelalawan menerima pelimpahan perkara izin perkebunan kelapa sawit di Desa Segati Kecamatan Langgam.

Pengadilan Negeri Pelalawan akan Sidangkan Perkara Izin Perkebunan yang Libatkan WN India
Internet
Ilustrasi 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan menerima pelimpahan perkara izin perkebunan kelapa sawit di Desa Segati Kecamatan Langgam. Dalam waktu dekat sidang kasus perizinan ini akan digelar.

Perkara izin perkebunan ini cukup menarik karena tersangkanya merupakan kewarganegaraan India Sukhdev Sing. Tersangka merupakan pemilik perkebunan seluas 145 hektar di Desa Segati, Langgam.

"Tersangkanya kewarganegaraan India. Namun statusnya tahanan kota saat dilimpahkan ke kita, bukanlah tahanan atau kurungan badan," ungkap Humas PN Pelalawan, Rahmad SH MH kepada tribunpelalawan.com, Jumat (28/9/2018).

Baca: Playboy yang Sudah Meniduri 6.000 Wanita, Maurizio Zanfati Meninggal Saat Berhubungan Intim

PN Pelalawan telah menunjuk majelis hakim dalam menyidangkan perkara ini. Majelis hakim diketuai oleh Nelson Angkat SH MH yang merupakan Ketua PN Pelalawan, didampingi Riau ayu Rosalin SH MH dan Rahmad Hidayat SH MH sebagai hakim anggota.

Perkara ini dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan ke pengadilan untuk disidangkan dan tersangka akan diseret menjadi terdakwa di kursi pesakitan. Jadwal sidang akan diterbitkan oleh pegadilan.

Informasi yang diperoleh tribunpelalawan.com, kasus ini awalnya diselidiki oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Divisi Penegakan Hukum dan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau.

Baca: Xiaomi Redmi Note 6 Pro Masuk ke Indonesia, Ini Kabar Baik dan Kabar Buruknya

Setelah diselidiki beberapa lama, kebun kelapa sawit diketahui milik Sukhdev Sing seluas 145 hektar tidak menyantongi izin-izin dalam pengelolanya, seperti UKL dan UPL.

Padahal pengelolaan kebun kelapa sawit yang terletak di Desa Segati Kecamatan Langgam itu sudah delapan tahun lebih. Diketahui lahan itu dibeli sejak 2009 dan dikelola mulai tahun 2011 hingga sekarang.

Setelah menghasilkan ternyata kebun itu tak memiliki izin yang terendus oleh penyidik. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved