Berita Riau

PT SPR Klaim sudah Hasilkan Laba dan Cicil Hutang Rp 40 Miliar dalam Dua Tahun

PT SPR mengklaim sudah mencicil hutang sebesar Rp 40 miliar dalam dua tahun, dan sudah cukup banyak menghasilkan laba

PT SPR Klaim sudah Hasilkan Laba dan Cicil Hutang Rp 40 Miliar dalam Dua Tahun
.
BUMD 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) mengklaim sudah mencicil hutang sebesar Rp 40 miliar dalam dua tahun, dan sudah cukup banyak menghasilkan laba.

Bahkan hutang PT SPR yang sebelumnya berjumlah Rp 45 miliar, dalam hitungan dua tahun dari tahun 2016 hingga saat ini, Bada Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau tersebut mengakui kalau sudah hampir menyelesaikan utang tersebut, dan saat ini tinggal Rp 5 miliar.

Komisaris PT SPR, Azhar Sa'ban kepada Tribunpekanbaru.com mengatakan, sejak dirinya bersama Dirut PT SPR, Nasir Day memimpin BUMD tersebut tahun 2016, mereka memulai dan berusaha bangkit, apalagi PT SPR ketika itu cukup banyak memiliki utang.

Baca: Detik-Detik Jend Ahmad Yani Ditembak, Pak Ada Tjakrabirawa Meminta Bapak untuk Segera ke Istana

Baca: Lawan Mengundurkan Diri, Tim Riau Ini Menang WO di Liga 3 Putaran Regional

"Selain membayar utang, kami juga meraup deviden untuk daerah, untuk tahun 2016-2017 kami sudah setorkan sekitar Rp 600 juta," kata Azhar Sa'ban kepada Tribun, Minggu (30/9).

Dia juga menambahkan, sebelum ia dan Nasir Day menjabat, PT SPR bisa dikatakan tidak pernah memberikan deviden untuk daerah.

Padahal anggaran daerah sudah banyak untuk PT SPR kala itu.

"Dari tahun 2012 sampai tahun 2016, PT SPR sama sekali tidak pernah berikan deviden untuk daerah, nol jumlahnya. Di masa kami, Alhamdulillah deviden mulai ada," ulasnya.

Diakuinya, untuk pencapaian seperti ini mencapai tidaklah mudah, namun butuh berbagai terobosan, seperti mengurangi jumlah komisaris, direksi yang ada di salah satu BUMD Riau tersebut, sehingga lebih efisiensi.

Baca: Ternyata Alat Pendeteksi Tsunami di Indonesia Sejak 6 Tahun Sudah Tak Berfungsi

Baca: 7 Fakta Penjual Roti Keliling Cabuli 6 Murid SD di Padang, Untung Diketahui Walimurid

"Sebelumnya jumlah komisaris adalah 3 orang, direksinya juga 3 orang, sekarang komisaris 1 orang dan direksi 1 orang juga. Kami pun mengikhlaskan gaji kami dipotong 35 persen dari yang diatur Pergub, termasuk juga pemotongan anggaran dinas kami," ujarnya.

Untuk tahun 2018, besaran deviden yang akan diberikan ke daerah akan lebih meningkat.

Kerjasama dengan pihak ketiga, baik dibidang produksi minyak, proyek air bersih di Kampar dan Kota Pekanbaru terus dilakukan.

"Sejak kami menjabat, tidak ada penambahan modal yang diberikan Pemprov ke kami. Alhamdulillah, meskipun begitu, PT SPR tetap berjalan dan memberikan deviden untuk daerah," tuturnya. (*)

Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved