Ustaz Abdul Somad

Penyelidik Tunggu Jawaban Saksi Ahli Terkait Terkait Penghinaan Ustaz Abdul Somad

Penyelidik DitresKrimsus Polda Riau menunggu balasan surat permintaan permohonan keterangan untuk saksi ahli terkait kasus penghinaan UAS

Penyelidik Tunggu Jawaban Saksi Ahli Terkait Terkait Penghinaan Ustaz Abdul Somad
internet
Ilustrasi - Pemilik Akun Jony Boyok dan Ustaz Abdul Somad 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyelidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Polda Riau menunggu balasan surat permintaan permohonan keterangan untuk saksi ahli dalam kasus dugaan penghinaan terhadap Ustad Abdul Somad (UAS) yang diduga dilakukan seorang warga, Jony Boyok.

Penyelidik sebelumnya telah melayangkan surat permohonan keterangan ahli dalam perkara yang menyeret seorang oknum warga Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru tersebut.

Baca: Belum Sepakat Pembayaran Tagihan PJU, Wakil Rakyat Minta Pemko dan PLN Jangan Saling Ngotot

Baca: Antisipasi Penyebaran Rabies, Seribuan Hewan Peliharaan di Bengkalis sudah Divaksinasi

"Kita menunggu jawaban atas surat permohonan kepada ahli. Kemarin (minggu lalu,red) kan sudah kita layangkan, sekarang kita menunggu jawaban," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Sunarto kepada Tribun, senin (1/10/2018).

Di antara saksi ahli yang dimintakan keterangannya, adalah saksi ahli dari Kementerian Komunikasi.

Ini dilakukan guna menganalisa postingan Jony Boyok di akun Facebook miliknya yang diduga berisikan kalimat yang menghina UAS.

Setelah memeroleh keterangan saksi, penyelidik akan melakukan proses gelar perkara guna menetapkan tersangka.

"Statusnya KB masih terlapor. Nanti kita akan lakukan gelar perkara terlebih dulu sebelum penetapan tersangka," tegasnya.

Sebelumnya, terlapor, Jony Boyok memposting kalimat dugaan penghinaan kepada Ustad Abdul Somad di akun Facebook miliknya.

Baca: Hari Batik Nasional 2 Oktober, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Pamer Batik Desain Sendiri

Baca: Nokia 7.1 Plus Bakal Resmi Diperkenalkan Tanggal 11 Oktober Mendatang

Dalam postingan itu Jony Boyok menyebut kalimat yang tidak sepantasnya diucapkan kepada orang lain, terlebih kepada ulama.

Akibatnya akun Jony Boyok banjir komentar netizen yang memrotesnya dan mengecamnya. Hari Kamis (6/9/2018) ia lantas dijemput oleh Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru bersama sejumlah masyarakat untuk kemudian diantarkan ke Mapolda Riau.

Dalam pengakuannya kepada polisi dan FPI serta perwakilan masyarakat, Jony Boyok menyatakan penyesalannya dan khilaf karena sedang kalut dengan permasalahan keluarga.

Dalam proses penyelidikannya, Polda sebelumnya melakukan proses cepat memeriksa UAS dan Jony Boyok langsung di kediaman mereka masing-masing. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved