Berita Riau

Kejati Terima Penetapan Dua Tersangka Dugaan Tipikor Pengadaan Pipa Transmisi Inhil

Penyidik DitresKrimsus Polda telah mengirimkan surat penetapan tersangka kasus dugaan Tipikor pembangunan Pipa Transmisi di Inhil ke Kejati.

Kejati Terima Penetapan Dua Tersangka Dugaan Tipikor Pengadaan Pipa Transmisi Inhil
metrocrime.org
ilustrasi 

Laporan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Polda Riau telah mengirimkan surat penetapan tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan Pipa Transmisi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Dalam surat penetapan nama tersangka itu disebutkan dua orang tersangka baru, Syafrizal Taher dan Haris Anggara yang merupakan konsultan pengawas dan kontraktor proyek yang dikerjakan tahun 2013 lalu.

"Dalam surat itu telah tercantum nama tersangkanya. Yaitu berinisial ST dan S. Surat itu kita terima pada pekan lalu," ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (KasiPenkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, Selasa (2/10/2018).

Baca: Pembunuhan di Dumai, Suami Susun Alibi Habisi Istrinya, Terungkap karena Keganjilan Kondisi Rumah

Adanya dua nama tersangka baru ini menindaklanjuti Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang pernah diterima Jaksa Peneliti pada Juni 2018 lalu. Dalam SPDP itu belum tertera nama para tersangka.

Dalam perkara ini sebenarnya telah disebutkan tersangka, Sabar Stevanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dengan adanya surat penetapan tersangka yang diterima Kejati, maka sudah ada empat orang tersangka dalam kasus ini.

Dalam perkara ini sudah tetdapat dugaan ketugian negara Rp 1 miliar lebih. Muspidauan mengatakan Jaksa Peneliti tengah menunggu berkas perkaranya untuk dilakukan penelaahan terhadap syarat formal dan materil perkara.

"Biasanya setelah dari penetapan tersangka itu, ada waktu 3 bulan untuk pelimpahan berkas tahap I. Itu yang masih kita tunggu," lanjutnya.

Baca: Viral di Media Sosial Terkait Video dan Foto-foto Penjarahan Toko di Palu Pasca Gempa

Dengan diketahuinya dua tersangka baru itu, berarti sudah empat tersangka yang identitas terkuak. Masih ada satu tersangka lagi yang masih menjadi misteri. Pasalnya, di perkara yang sama, penyidik Polda Riau juga telah mengirimkan SPDP tanpa adanya nama tersangka pada pertengahan Agustus lalu.

"Satu (SPDP) lagi belum ada penetapan tersangka. Hal itu tentu penyidik Polda yang tahu," tandasnya.

Dugaan korupsi ini berawal dari laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas PU Provinsi Riau tahun 2013 ini, menghabiskan dana sebesar Rp 3.415.618.000. Proyek ini ditengarai tidak sesuai spesifikasi. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved