Eksklusif

Kulit Harimau Sumatera Dihargai Rp 80 Juta, Praktik Perdagangan Satwa di Riau Sulit Terbongkar

Kulit Harimau Sumatera Dihargai Rp 80 Juta, Praktik Perdagangan Satwa Dilindungi di Riau Sulit Terbongkar

Kulit Harimau Sumatera Dihargai Rp 80 Juta, Praktik Perdagangan Satwa di Riau Sulit Terbongkar
Dokumentasi Tribun Pekanbaru
Petugas Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum (BPPH) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah II Riau memperlihatkan barang bukti usai menggagalkan upaya perdagangan kulit harimau sumatera di Pekanbaru, Kamis (29/9/2016). Kulit harimau tersebut rencananya akan dijual tersangka yang disinyalir merupakan bagian dari perdagangan satwa liar kepada pembeli seharga 80 juta rupiah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Meskipun jumlahnya semakin langka, namun Harimau Sumatera selalu jadi buruan karena harga kulitnya yang mahal.

Satu lembar kulit harimau bisa dijual Rp 30 juta hingga Rp 80 juta.

Padahal, Harimau Sumatera menjadi satu-satunya subspesies harimau atau Panthera Tigris yang masih tersisa di Indonesia.

Kepala Seksi Wilayah II BPPH LHK, Eduward Hutapea yang pernah mengamankan pelaku pemburu Harimau Sumatera di Inhu pada tahun 2017 lalu membeberkan fakta bisnis dan makelar kulit harimau.

"Satu lembar kulit harimau bisa dijual Rp 30 juta oleh si pemburu, semakin banyak makelarnya maka semakin mahal harganya," katanya kepada Tribunpekanbaru.com.

Baca: Harimau Sumatera Masuk Kebun Warga di Inhil, BBKSDA Pasang Perangkap dan Kamera Pengintai

Baca: Heboh Siswa di Pekanbaru Sayat Tangan. Ini Hasil Uji Lab Minuman Berenergi yang Dilakukan BBPOM

Baca: 55 Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan Ngaku Ikut Challenge. Kepala Sekolah Ungkap Fakta Mengejutkan

Mengenai siapa penampung perdagangan tubuh hewan langka ini, Eduward tidak bisa menjelaskan.

"Itu yang sulit kita gali, karena mereka sangat tertutup," katanya.

Sementara harga bagian tubuh harimau lainnya, seperti taring dan tulang tidak berharga.

"Kalau itu (taring dan tulang) seperti jual burung, tidak ada harganya," katanya.

Eduward Hutapea menegaskan, Dirkrimsus Polds Riau dan pihaknya tengah menyelidiki kaitan penjeratan harimau di Kuansing dengan aktifitas jual beli ilegal bagian tubuh harimau.

Halaman
1234
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved