Breaking News:

CPNS 2018

Pelamar CPNS di Pelalawan Tak Bisa Akses Portal sscn.bkn.go.id, Ini Penjelasan BKP2D

Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Pelalawan mengeluh tak bisa mengakses portal sscn.bkn.go.id

Penulis: johanes | Editor: Nolpitos Hendri
Tribunpekanbaru
Info Terbaru CPNS 2018 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Pelalawan mengeluh tak bisa mengakses portal sscn.bkn.go.id hingga Selasa (2/10/2018).

Banyak pelamar yang gagal meregistrasi ke website milik Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKP2D) Pelalawan, Edi Suriandi menyatakan, sejauh ini tidak ada informasi terkait kendala teknis dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Baca: Foto Skuad Manchester United Women dan Juventus Women, Sama-Sama Punya Pelatih Wanita

Baca: Ratna Sarumpaet Dianiaya di Bandung,Polisi Ungkap Sudah Cek Polsek,Rumah Sakit dan Tak Ada Laporan

Sebab jika ada persoalan dalam proses pendaftaran selama 14 hari, pasti ada pengumuman resmi dari Panselnas.

"Informasi ke kami tidak ada kendala. Apalagi seluruh pendaftaran dipusatkan ke website Panselnas. Tapi sejauh ini belum ada gangguan apapun," kata Edi Suriandi kepada tribunpelalawan.com, Selasa (2/10/2018).

Pihaknya mengklaim tidak ada gangguan lantaran pelamar lain tetap bisa mengakses portal dan melakukan registrasi serta pendaftaran.

Hal itu terlihat dari data yang sudah terinput ke portal dan diunduh kembali oleh tim BKP2D.

Selama lima hari ini ratusan pelamar di Pelalawan sudah berhasil meregistrasi sesuai dengan persyaratan.

Baca: Syarat CPNS 2018, Jangan Salah! Foto yang Diunggah untuk Daftar di SSCN BKN dan Instansi Harus Beda

Baca: Guru Renang Diduga Cabuli Murid Kelas IV SD, Terungkap Usai Korban Tulis Surat kepada Temannya

"Mungkin mereka (pelamar) ada kesalahan pada prosedur dan persyaratan resgitrasi. Itu yang membuat sulit mendaftar," tandasnya.

Edi Suriandi mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan jangan terburu-buru dalam melakukan pendaftaran.

Diminta untuk membaca dan memperhatikan dengan seksama prosedur serta pentujuk yang ada. Agar proses pendaftaran berjalan lancar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved