Kampar

Anggota DPRD Kampar Ini Laporkan Limbah PKS di Petapahan Cemari Sungai Tapung ke DLH

Seorang anggota DPRD Kampar, Said Ahmad Kosasi melaporkan pencemaran Sungai Tapung ke DLH Kampar, Rabu (3/10/2018).

Anggota DPRD Kampar Ini Laporkan Limbah PKS di Petapahan Cemari Sungai Tapung ke DLH
Istimewa
Seorang anggota DPRD Kampar, Said Ahmad Kosasi melaporkan pencemaran Sungai Tapung ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar, Rabu (3/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Seorang anggota DPRD Kampar, Said Ahmad Kosasi melaporkan pencemaran Sungai Tapung ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar, Rabu (3/10/2018).

Pencemaran diduga bersumber dari limbah Pabrik Kelapa Sawit PT. Peputra Masterindo.

Said mengatakan, laporan dibuat agar DLH segera mengambil tindakan. Ia meminta supaya DLH mengambil sampel air di aliran Sungai Tapung yang tercemar.

"Saya sudah laporkan DLH. Langsung ke Cokroaminoto (Kepala DLH) tadi. Saya minta DLH menindak perusahaan," ungkapnya.

Baca: Dulu Wajah Wanita Cantik Ini Bengkak Berbulan-bulan, Tapi Lihat 3 Bulan Kemudian Berubah Total!

Politisi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Tapung ini mengungkap, pembuangan limbah ke aliran Sungai Tapung di wilayah Desa Petapahan itu terjadi pada Jumat (28/9/2018) lalu.

Menurut dia, awalnya masyarakat menempuh penyelesaian secara adat. Namun berjalan buntu.

Kosasi mengatakan, masyarakat telah mengadu ke Kepala Desa. Pihak perusahaan sudah dipanggil.

Namun ia sangat berharap, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui DLH perlu turun tangan.

"Kejadian ini sudah berulang kali. Biasanya pas hujan, perusahaan membuang limbah ke sungai. Makanya harus saya laporkan. Saya nggak mau masalah ini ditutup begitu saja," tandasnya.

Baca: Ratna Sarumpaet Minta Maaf Akui Tak Ada Pengeroyokan, Ini yang Terjadi Sebenarnya

Menurut Kosasi, pencemaran ini diketahui pertama sekali nelayan yang biasa mencari ikan di perairan tersebut. Nelayan kaget karena jaring mereka menghitam. Aliran sungai mengeluarkan bau menyengat dan banyak ikan bermatian.

"Sampai sekarang, sisa-sisa limbah masih ada di sungai," kata Kosasi. Masyarakat setempat langsung turun meninjau lokasi untuk mencari tahu sumber polusi.

Kosasi mengungkapkan, masyarakat menemukan parit dari Pabrik Kelapa Sawit milik PT. Peputra Masterindo yang bermuara ke Sungai Tapung. Dari aliran parit itu keluar cairan hitam langsung ke aliran sungai.

Baca: VIDEO: 4 Atlet Akan Bertanding di Asian Para Games, NPC Ingatkan Pemkab Kampar Hal Ini

Masyarakat semakin yakin limbah berasal dari PKS PT Peputra Masterindo karena pencemaran dimulai dari sisi hilir parit. Sedangkan sisi hulu, kata Kosasi, air tampak tidak tercemar. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved