Berita Riau

VIDEO: Razia Penertiban Pajak Kendaraan, Ada yang Terjaring Nunggak Pajak 6 Tahun

Ispan menambahkan, bagi para pengendara yang terjaring dalam operasi ini, dipersilahkan langsung melakukan pembayaran pajak melalui samsat keliling

Laporan videografer tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, bersama Kepolisian Lalulintas Polda Riau, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Riau menggelar razia penertiban pajak kendaraan bermotor Kamis pagi, (4/10/2018) di Jalan Jendral Sudirman depan Kompleks Bandar Serai Raja Ali Haji Kota Pekanbaru.

"Oprasi penertiban ini sebagai langkah kita dalam mendongkrak pendapatan daerah, terutama dari pajak kendaraan bermotor," jelas Kepala Badan Bapenda Riau melalui, Kabid Pajak Bapenda Riau, Ispan Syahputra Hasibuan kepada tribunpekanbaru.com

Ispan menambahkan, bagi para pengendara yang terjaring dalam operasi ini, dipersilahkan langsung melakukan pembayaran pajak melalui samsat keliling yang sudah disiapkan dilokasi operasi gabungan tersebut berikut dengan denda keterlambatan pembayaran pajak.

Baca: 1,3 Ton Lebih Rendang Sumbangan Warga Sumbar Terkumpul untuk Korban Gempa di Sulteng

"Kalau kedapatan ada pengendara yang nunggak pajak, akan kita arahkan langsung. Tapi, kalau belum ada uang kita daftarkan saja dulu. Kemudian kita beri waktu tiga hari kepada yang bersangkutan. untuk membayar pajak di UPT atau pelayanan samsat kita," katanya.

Dalam pelaksaan operasi gabungan peneetiban pajak kendaraan bermotor dihari pertama ini cukup banyak pengendara yang menunggak pajak. Menurut Ispan ada yang menunggak pajak hingga 6 tahun.

"Ada juga yang saya lihat 6 tahun tidak bayar pajak. Bayar pajak cuma 1 kali saat pertama kali beli kendaraan. Ini kita tidak tau juga, apakah memang ketidak tauan si pemilik kendaraan atau memang sengaja," tambahnya.

Baca: VIDEO: Gubernur Riau Terpilih Syamsuar Tak Terkejut Riau Alami Defisit Anggaran

Lebih lanjut dipaparkanya, operasi gabungan penertiban pajak ini masih dimulai pada 4 Oktober 2018 hingga pertengahan Desember 2018.

"Untuk pelaksanaanya tidak setiap hari tapi akan kita evaluasi mulai dari pelaksanaan hari ini. Kemudian titiknya juga kita akan berpindah-pindah, " katanya.

Untuk di Pekanbaru akan ada 8 titik pelaksanaan operasi penertiban pajak dan diluar Pekanbaru ada 4 titik.

Dalam kesempatan tersebut, Ispan juga mengajak kepada seluruh wajib pajak untuk membayarkan pajak tepat pada waktunya supaya tidak terkena sanksi denda.

Sementara itu, hingga saat ini menurutnya belum ada kebijakan untuk keringanan pembayaran denda tunggakan pajak atau pemutihan.

"Belum ada kebijakan untuk keringanan denda pembayaran pajak pada tahun ini," ujarnya. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved