Beli Tanah Kavling di KPO, Dapat 2 Bibit Pohon Kurma, Keuntungannya Sama dengan 2 Hektar Sawit

Lahan yang dijual senilai Rp 35 juta persatu kavling berukuran 120 meter persegi atau 10x12 meter.

Beli Tanah Kavling di KPO, Dapat 2 Bibit Pohon Kurma, Keuntungannya Sama dengan 2 Hektar Sawit
TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Panen kurma pada pohon buah kurma yang dikelola Indonesian Date Palm Association (IDPA) Riau digelar di Halaman Mesjid Agung An Nur Pekanbaru, Senin (9/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kavling Produktif Okura (KPO) yang dijual dan dikembangkan oleh PT Zahira Arka Muharib, perusahaan properti syariah dalam hal ini tanah kavling, di Rumbai Pesisir, Okura, Pekanbaru, menawarkan kuntungan bagi konsumen untuk jangka panjang.

Lahan yang dijual senilai Rp 35 juta persatu kavling berukuran 120 meter persegi atau 10x12 meter itu, dapat dimiliki seluruh masyarakat, khususnya muslim. Kantor pemasaran berada di Jalan Raja Panjang Okura, Wisata Dakwah Okura, Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Provinsi RIau.

Baca: Paman Meninggal Dunia, Ustaz Abdul Somad Tunda Tabligh Akbar Hingga Pekan Depan di Masjid Ini

Perkavling tanah, konsumen pembeli akan mendapatkan dua batang bibit pohon kurma produktif jenis barhee. Kurma ini sudah dipercaya dapat tumbuh dan berbuah di kota Pekanbaru.

"Kita sudah riset bibitnya, kontur tanah di sana juga sudah kita riset, dan kurma bisa tumbuh berbuah manis. Hanya saja tinggal teknik pengelolaannya saja, nah untuk itu kami juga menyediakan pakar perawatan kurma ini, mulai dari perawatan dan pembibitan langsung dari ITB bogor," ungkap Komisaris PT Zahira Arka Muharib, Helvi belum lama ini.

Bahkan kata Helvi, jika tidak ada aral melintang, pihaknya juga bakal membawa pakar kurma dari Thailand.

Untuk awal ini, bibit kurma yang diberikan secara gratis oleh PT Zahira Arka Muharib, merupakan kurma Barhee dari Thailand.

Baca: Siap-siap, Cha Eun Woo My ID is Gangnam Beauty Bakal Datang ke Indonesia, Ini Bocorannya!

Sampai saat ini, KPO telah memiliki sekitar 350 orang peminat baik dari Riau maupun di luar Riau. Semuanya masih dalam tahap follow up.

"Itu belum pasti beli, baru peminat untuk beli KPO dan bercocok tanam kurma disana," jelasnya.

Sesuai namanya, Kavling produktif ini kata Helvi, sangat menguntungkan dengan adanya dua batang pohon kurma untuk setiap satu kevling tanah yang dijual.

Kurma akan mulai berbuah pada 3 atau 5 tahun setelah tanam. Kurma akan terus berbuah sampai umur pohon mencapai 100 tahun.

Ia pun menyebut, satu batang pohon kurma hasil panen pertahunnya sama dengan satu hektar perkebunan kelapa sawit.

"Jadi bisa kita bayangkan keuntungannya, dua batang kurma yang ditanam pada lahan seluas 120 meter persegi, setara dengan panen dua hektar tanaman kelapa sawit. Untuk hitungan-hitungan yang lebih pasnya itu dapat konsultasi dengan tim ahli kami," jelas Helvi. (*)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved