Kasus Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet Bantah Pakai Dana Bantuan Danau Toba untuk Operasi Sedot Lemak Pipi

Ratna Sarumpaet membantah menggunakan dana kemanusiaan korban kapal tenggelam di Danau Toba, untuk sedot lemak

Ratna Sarumpaet Bantah Pakai Dana Bantuan Danau Toba untuk Operasi Sedot Lemak Pipi
Warta Kota/Alex Suban
Ratna Sarumpaet saat digiring ke Polda Metro Jaya, Jakarta. Kamis (4/10/2018) Ratna Sarumpat yang sebelumnya diamankan polisi Bandara Soekarno Hatta dicegah keluar negeri oleh imigrasi, Pencegahan Ratna Sarumpaet diduga terkait UU ITE. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jumat malam, polisi resmi menahan Ratna yang menjadi tersangka terkait kasus penyebaran informasi bohong atau hoaks soal penganiayaan dirinya.

Ratna Sarumpaet membantah menggunakan dana kemanusiaan korban kapal tenggelam di Danau Toba, untuk membayar biaya perawatan medis di RS Bina Estetika.

"Iya (membantah)," kata Ratna, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10/2018).

Sebelumnya, rekening yang digunakan Ratna untuk membayar biaya operasi sedot lemak pipi di rumah sakit tersebut menimbulkan polemik di masyarakat.

Baca: Ratna Sarumpaet Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

Baca: Berangkat ke Cile Ratna Sarumpaet Disponsori Pemda DKI Jakarta, Tiket, Akomodasi dan Uang Saku

Baca: Akui Biayai Perjalanan Ratna Sarumpaet ke Chile, Anies: Ini Proses Biasa

Sebab, rekening itu diduga sama dengan rekening untuk menggalang dana kemanusiaan bagi korban kapal tenggelam di Danau Toba.

Polda Metro Jaya sedang menyelidiki hal tersebut.

"Tentunya itu nanti juga akan menjadi agenda penyelidikan dari penyidik ya, karena ada juga yang menyampaikan bahwa nomor rekeningnya itu sama dengan waktu kejadian kapal tenggelam di Danau Toba dengan pembayaran di Bina Estetika," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10/2018).

"Nanti penyidik akan melakukan penyelidikan apakah ditemukan pidana atau tidak di situ," katanya menambahkan.

Penahanan Ratna Sarumpaet dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan.

Penahanan Ratna berdasarkan surat perintah penahanan nomor SPH/925/10/2018 Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Penyidik memutuskan menahan Ratna di Polda Metro Jaya untuk 20 hari ke depan.

Alasan penahanan karena penyidik khawatir Ratna melarikan diri, mengulangi perbuatan, dan menghilangkan barang bukti. (*) 

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved