Berita Riau

VIDEO: Helikopter Water Bombing Diistirahatkan, Pemadaman Karhutla Dimaksimalkan Melui Satgas Darat

Untuk lama waktu pemberhentian helikopter water bombing menurut Edwar Sanger tergantung dengan kondisi kedepan. Jika, memang betul-betul

Laporan videografer tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Helikopter Water Bombing yang digunakan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk sementara diistirahatkan.

Sedangkan untuk pemadaman karhutla dimaksimalkan melalui satuan tugas (satgas) darat.

"Untuk pemadaman memang kita menurunkan tiga helikopter langsung. Sesuai dengan arahan BNPB seluruh helikopter kita stop dulu untuk dievaluasi sejauh mana situasi dan kondisi kedepan. Tentu sesuai arahan Komandan Satgas dimaksimalkan dulu melalui satgas darat," jelas Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger kepada tribunpekanbaru.com.

Baca: Kodim Bengkalis Fokus Penanganan Karhutla dan Memberantas Peredaran Narkoba

Menurut Edwar Sanger, jumlah titik panas terus menurun seiring dengan prediksi dari BMKG bahwa jumlah curah hujan mulai meningkat di wilayah Riau.

"Tentu kita juga selalu memantau perkembangan-perkembangan didaerah-daerah yang terdapat karhutla. Mudah-mudahan tetap bisa kita kendalikan, karena informasi dari BMKG tidak lama lagi kita akan memasuki musim hujan," katanya.

Untuk lama waktu pemberhentian helikopter water bombing menurut Edwar Sanger tergantung dengan kondisi kedepan. Jika, memang betul-betul dibutuhkan maka satgas akan kembali menggunakanya.

Baca: Seorang Anggota TRC BPBD Inhil Menjadi Korban Karhutla Di Kecamatan Kempas.

"Tentu sesuai dengan arahan dan petunjuk dari BNPB. Kita lihat situasi dan kondisi, kalau memang harus menggunakan akan kita minta izin kembali dengan BNPB, " katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari satelit ada 7 titik panas terdapat di Provinsi Riau pada hari ini, Sabtu (6/10/2018). Masing-masing di Kabupaten Inhil 5 titik dan 2 titik pasan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sedangkan potensi terjadinya hujan ringan di Wikayah Kampar dan Kabupaten Siak. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved