Kampar

Pegawai Pernah Gugat Kepala Puskesmas Tapung Hilir karena Jaspel BOK dan JKN

Seorang pegawai Puskesmas Tapung Hilir I pernah menggugat Kepala Puskesmas (Kapus) Tapung Hilir karena jasa pelayanan (Jaspel) BOK) dan JKN

Pegawai Pernah Gugat Kepala Puskesmas Tapung Hilir karena Jaspel BOK dan JKN
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi
Sosmed Tribun Pekanbaru 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Seorang pegawai Puskesmas Tapung Hilir I pernah menggugat Kepala Puskesmas (Kapus) Tapung Hilir karena jasa pelayanan (Jaspel) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Peristiwa gugatan itu terjadi pada tahun 2017 silam, namun gugatan itu kandar di Pengadilan Negeri Bangkinang.

Majelis Hakim menyatakan perkara tidak dapat diputus karena kurang pihak tergugat.

Baca: Alumni DIII Teknik Sipil Kecewa Tak Ada Formasi CPNS 2018 di Kepulauan Meranti

Baca: VIDEO Hasil Liverpool Vs Manchster City Liga Inggris akan Tentukan Puncak Klasemen

Yasfinarti, seorang perawat mempersoalkan namanya dicoret dari daftar penerima Jaspel.

Meski upayanya kandas, namun perkara yang digugat tersebut memiliki kaitan dengan dana BOK dan JKN.

Iskandar Halim selaku Kuasa Hukum Yasfinarti, membenarkan, hak atas Jaspel yang dituntut kliennya bersumber dari dana BOK dan JKN.

Kini, dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana yang bersumber dari APBN untuk tahun 2016 dan 2017 menjadi perbincangan hangat setelah ditangani Ditreskrimsus Polda Riau.

Menurut Iskandar, dalam persidangan terungkap potongan 10 persen Jaspel.

"Ada surat pernyataan kesediaan potongan 10 persen Jaspel," katanya. Surat bertandatangan di atas materai itu dihadirkan dalam sidang.

Iskandar menjelaskan, kejanggalan lain yang terungkap yakni pembayaran Jaspel tidak sesuai dengan bobot kerja.

Baca: Gubri Terpilih Akui Geografis Inhil Beda dengan Daerah Lain di Riau

Baca: VIDEO STREAMING, Liverpool Vs Manchester City, Klasemen Diambil Alih Chelsea

Sebagai contoh, Jaspel tetap dibayar penuh walau kehadiran tidak penuh dalam sebulan.

"Kepala Puskesmas masuk kantor hanya seminggu. Tapi menerima (Jaspel) untuk sebulan penuh," kata Iskandar.

Menurut dia, absensi dibuat oeh Kepala Puskesmas, sehingga diisi sesuka hati. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved