Breaking News:

Pekanbaru

Komisi I Akan Pertanyakan PAD Reklame, Hotman: Besok Kita Hearing

Komisi I DPRD Pekanbaru, mempertanyakan PAD dari sektor reklame tahun 2018 ini.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi
ILUSTRASI - Tiang reklame raksasa berdiri bebas tepat hanya sekitar kurang dari dua meter dari bibir Jalan Soekarno Hatta (Arengka I), tepatnya di depan RS Eka Hospital Pekanbaru. Foto diambil Minggu siang (12/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi I DPRD Pekanbaru, mempertanyakan PAD dari sektor reklame tahun 2018 ini.

Sebab, saat ini banyak reklame bertebaran di hampir semua ruas jalan di kota ini. Idealnya, dengan banyaknya tiang reklame dan tayangnya iklan, maka PAD harusnya bertambah.

Baca: Warga Pelalawan Diminta Waspada, Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Berlanjut Hari Ini

Karena itu, terkait perizinan reklame yang ada, Komisi I memanggil hearing (rapat dengar pendapat), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Selasa (9/10/2018) besok.

"Bersamaan dengan DPM-PTSP, kita juga memanggil 4 OPD lainnya, yang menjadi mitra kerja Komisi I," kata Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Hotman Sitompul, Senin (8/10/2018) saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com.

Baca: Pemko Pekanbaru Dipastikan Rasionalisasi Anggaran, DPRD: Anggaran Masyarakat Jangan Dipotong

Khusus perizinan ini, apalagi reklame, potensinya PAD-nya sangat tinggi. Namun dari informasi yang diterima pihaknya, PAD dari reklame masih rendah.

"Makanya, kita akan tanya semuanya. Termasuk anggaran mereka belanjakan. Ada nggak untuk pembelian alat menghasilkan PAD. Itu kita tanyakan semuanya," katanya.

Selain perizinan reklame, Komisi I juga akan mempertanyakan izin lainnya. Sehingga APBD Pekanbaru 2019 yang sudah diestimasikan sebesar Rp 2,2 triliun, angka itu bisa naik. Syaratnya, Pemko melalui OPD terkait, harus serius dalam meraih PAD.

Baca: 9 Komunitas Gay Terpantau di Dumai, Satu Grup Facebook Beranggotakan hingga 98 Orang

Seperti diketahui, dari rilis Bapenda, pajak reklame hingga 30 Agustus kemarin baru mencapai Rp 15,3 miliar, dari target Rp 164,9 miliar.

Sementara untuk pajak sektor PBB hingga September kemarin, baru bisa meraih Rp 42 miliar. Padahal, sesuai target yang diapungkan sejak awal, harus bisa mendapatkan Rp 120 miliar.

Sedangkan pajak air bawah tanah baru meraih. Rp 800 juta dari target Rp 4 miliar. Termasuk halnya data PAD dari beberapa sektor lainnya, yang diterima Komisi II medio 2018 ini.

Di antaranya pajak hotel realisasinya Rp 11,2 miliar dari target Rp 86 miliar. Selanjutnya untuk pajak restoran realisasinya mencapai Rp 29 milliar dari target Rp 120 miliar.

Baca: Evi Masamba Segera Menikah, Ini Bocoran Tanggal hingga Sosok Calon Suami

Kemudian untuk pajak hiburan tercatat Rp 5,9 miliar dari target Rp 17 miliar. Begitu juga dengan pajak parkir realisasinya tercatat Rp 5,9 miliar dari target Rp 18 miliar.

Sebelumnya, Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin menjelaskan, raihan PAD dari tahun ke tahun di kota ini mengalami peningkatan. Hingga 21 September tahun 2018 kemarin, PAD yang sudah terkumpul Rp 358 miliar, atau 46 persen sudah terealisasi. Targetnya tahun ini Rp 799 miliar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved