Pelalawan
VIDEO: Terkait Box Culvert Jalan Ukui, Dewan Ingatkan Perusahan Ini Jangan Cuma Kasih Angin Segar
Di akhir rapat disepakati akan dilakukan pertemuan lanjutan bersama PT SLS, PHE Kampar, serta PT Gandahera Samsung untuk menetapkan
Penulis: johanes | Editor: David Tobing
Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung
TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan mengingatkan perusahaan jangan hanya memberikan angin segar terkait perbaikan Box Culvert di jalan Ukui Kecamatan Ukui yang sudah berbulan-bulan rusak.
Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPRD Pelalawan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga Ukui, Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (PUPR), serta dua perusahaan yakni PT Sari Lembah Subur (SLS) dan Pertamina Hulu Energi (PHE) Kampar.
"Perusahaan juga jangan hanya memberikan angin segar ke warga saja. Budget segitu mungkin berapalah bagi PT SLS, pakai berondolan juga bisa. PHE Kamar juga demikian," kata Sudirman Laham saat diberi kesempatan berbicara.
Baca: VIDEO: Dua Rumah di Kebun Kapas Kelurahan Rimba Sekampung Bengkalis Ludes Terkbar
Dikatakannya meski perusahaan sudah berkomitmen membantu pembangunan Box Culvert yang rusak itu, tapi tetap tak bisa dilaksanakan tahun ini. Dengan alasan budget akhir tahun tidak bisa lagi disalurkan ke pembangunan.
"Kalau tahun depan, okelah, tapi harus komitmenlah PT SLS dan PHE. Termasuk juga Dinas PUPR harus ikut menggesa," tandasnya.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Imustiar itu menindaklanjuti pertemuan bulan lalu mengenai Box Culvert yang merupakan jalan akses dilalui perusahaan dan masyarakat. Berdasarkan perhitungan dari Dinas PUPR perencanaan box culvert telah disusun dengan panjang tujuh meter dan dimensi 2x2 meter. Dengan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 359 juta hingga selesai.
Baca: HASIL PSPS vs Semen Padang Pekan 21 Liga 2 2018, Kabau Sirah Dibungkam Tuan Rumah
"Kalau sharing budged, dinas PUPR tentu tidak bisa. Karena anggaran kita sangat minim. Kalau pendampingan teknis, kita siap," tandas Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Djoko.
Humas PHE Kampar, Darwis menyatakan, pihaknya siap mendukung pembanguna box culvert pengganti yang saat ini telah rusak. Namun mengenai pembiayaan dari perusahaan, pihaknya akan berkoordinasi berdasarkan hasil rapat.
Senada dengan Humas PT SLS, Setyo, menjelang akhir tahun ini perusahaan perkebunan kelapa sawit itu sulit mengelontorkan anggaran sesuai dengan prosedur pengangguran PT SLS. Jika sudah ada kesepakatan budged, kemungkinan besar akan direalisasikan tahun depan.
"Bulan Desember kami sudah menyusun anggaran ke tahun depan. Akhir tahun akan konsentrasi ke anggaran yang sudah ditetapkan seblumnya," tukas Setyo.
Baca: RA Dicekik karena Berteriak saat Akan Dicabuli Pelaku
Perwakilan masyarakat Ukui mengaku sangat terganggu dengan kerusakan Box Culvert yang mengakibatkan banjir. Padahal kendaran operasional perusahaan juga melintas dari jalan tersebut. Seharusnya perusahaan menunjukan etikad baik untuk memperbaiki akses tersebut agar lebih layak dilalui.
Di akhir rapat disepakati akan dilakukan pertemuan lanjutan bersama PT SLS, PHE Kampar, serta PT Gandahera Samsung untuk menetapkan budged setiap perusahaan. Ketiga perusahaan besar ini akan mengeroyok anggaran Rp 359 juta dalam memperbaiki jalan dan box culvert.
"Ini satu lagi Gandahera Samsung tak pernah hadir. Padahal lewat dari jalan itu juga. Jika sekali lagi tak datang akan kita panggil paksa. Ini sudah dua kali," kata Imustiar sebelum menutup pertemuan.