Berita Riau

Kajati Tegaskan Menerima Hibah Gedung dari Pemprov Riau, Bukan Uang

Kajati menegaskan jika institusi yang dipimpinnya tidak berhak mengajukan mata anggaran dalam APBD Riau.

Kajati Tegaskan Menerima Hibah Gedung dari Pemprov Riau, Bukan Uang
TribunPekanbaru/Guruh BW
ILUSTRASI - Kajati Riau, Uung A Syukur saat mengunjungi Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penambahan anggaraan dalam pembangunan gedung baru Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau yang disebut oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau senilai Rp 39 Miliar yang akan diajukan dalam RAPBD Riau 2019 ditegaskan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Uung Abdul Syakur jika hal itu salah kaprah.

Kajati menegaskan jika institusi yang dipimpinnya tidak berhak mengajukan mata anggaran dalam APBD Riau. Yang terjadi saat ini atas pembangunan gedung kantor Kejati Riau merupakan Hibah Pemprov Riau.

"Kita terima hibah gedung, bukan uang," tegasnya saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Selasa (9/10/2018).

Baca: Adakah Bonus dari Kampar untuk Atlet Asian Para Games?

Mekanisme pembangunan gedung baru Kejati Riau sebutnya berada sepenuhnya oleh Pemprov Riau. Kejati hanya menerima hibah bangunan tersebut tanpa terlibat dalam proses pembangunannya.

"Kita hanya menerima gedung, tanyakan saja ke sana (mengenai pengajuan tambahan anggaran oleh pemprov Riau,red)," tandasnya.

Baca: Rugikan Daerah Ratusan Miliar Rupiah, PT SPR Ogah Setor Laba ke Perusahaan Asing

Sebelumnya, Pemprov Riau menghibahkan gedung Kejati Riau senilai Rp 90 Miliar dalam APBD Riau 2018.

Senin kemarin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau Dadang Eko Purwanto mengatakan adanya pengajuan tambahan anggaran senilai Rp 39 Miliar dalam APBD 2019. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved