Polisi Gunakan Parfum untuk Pancing Harimau Pemangsa Manusia, Begini Hasilnya

Siapa sangka parfum ternyata juga bisa dipakai untuk memancing kehadiran harimau. Harimau tersebut memangsa manusia. Apakah berhasil?

Polisi Gunakan Parfum untuk Pancing Harimau Pemangsa Manusia, Begini Hasilnya
Tribun Pekanbaru
Harimau Bonita muncul diperkebunan sawit beberapa 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Siapa sangka parfum ternyata juga bisa dipakai untuk memancing kehadiran harimau.

Trik tersebut dipakai oleh tim yang tengah mencari keberadaan harimau yang memangsa manusia.

Apakah tris tersebut berhasil?

Baca: VIDEO Persib Bandung Vs Madura United, Head To Head Tim, Mulai Kick Off Pukul 18.30 WIB

Selama enam bulan, para polisi hutan berkelana di kawasan pusat India untuk memburu seekor harimau yang dilaporkan membunuh 13 orang.

Baca: Video : Miliki Sabu Setengah Kilogram Lebih, MR Diringkus Polsek Lima Puluh

Mereka sudah melakukan segala cara. Mengerahkan ratusan personel gabungan polisi hutan dan tentara untuk menyisir hutan.

Menempatkan penembak jitu, memasang jebakan kamera, drone pencari panas, bulldozer, dan mengerahkan lima ekor gajah untuk mengepung harimau betina itu.

Namun semua cara itu gagal. New York Times via The Independent memberitakan Selasa (9/10/2018), otoritas kemudian mencoba sebuah cara tak lazim.

Baca: Suami Istri Ini Kerap Dorong Kereta Bayi yang Berisi Potongan Tubuh Manusia

Sunil Limaye, salah satu polisi hutan menjelaskan, mereka sedang mencoba memancing harimau itu menggunakan sebotol parfum Calvin Klein Obsession.

"Saya tahu ini kedengarannya lucu. Namun, semua cara sudah kami gunakan.

Penampakan harimau yang diduga serang warga di pelangiran Inhil
Penampakan harimau yang diduga serang warga di pelangiran Inhil ()

Apa lagi yang harus kami lakukan?" keluh Limaye. Wewangian untuk pria itu mengandung civetone. Sebuah senyawa dari bau musang yang dikembangkan secara sintetis, dan dikatakan baunya sangat menarik bagi perempuan.

Baca: Hasil Akhir Perserang vs Cilegon United Liga 2 2018, Skor Imbang 1-1

Halaman
1234
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved