Berita Riau

Rugikan Daerah Ratusan Miliar Rupiah, PT SPR Ogah Setor Laba ke Perusahaan Asing

Dalam membentuk dan melakukan pengelolaan Blok Langgak dulunya PT SPR melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan asing.

Rugikan Daerah Ratusan Miliar Rupiah, PT SPR Ogah Setor Laba ke Perusahaan Asing
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dalam membentuk dan melakukan pengelolaan Blok Langgak dulunya PT SPR melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan yang berkedudukan di Singapura.

Namun perusahaan tersebut menurut Komisaris PT SPR, Azhar Sa'ban, menerima keuntungan dengan pembagian 50:50 dengan PT SPR, padahal menurutnya perusahaan tersebut tanpa modal.

Dikatakan Azhar, awalnya kedua perusahaan tersebut membentuk PT SPR Langgak, untuk mengelola blok Langgak sejak 19 April 2010.

"Kita pertanyakan, mengapa perusahaan tersebut bisa mendapatkan keuntungan 50 persen, apa dasarnya? Karena mereka tidak memiliki modal," kata Azhar kepada Tribun, Selasa (9/10/2018).

Baca: Tahun ini Hanya 8 Kabupaten/Kota Turunkan Tim Futsal Kejurda Pelajar 2018

Olah karena itu, menurut Azhar, pihaknya tidak lagi mau membayarkan keuntungan tersebut kepada perusahaan Singapura tersebut, sejak ia duduk menjadi komisaris di SPR tahun 2016, bersama dengan Dirut SPR saat ini, Nasir Day.

"Oleh karena itu, kami tidak mau bayarkan lagi, dan kami meminta BPKP mengaudit persoalan ini, sampai saat ini kita masih menunggu hasilnya. Namun, kalau tidak salah saya, waktu dilakukan audit tahun 2014, perusahaan tersebut dianggap merugikan daerah Riau," ujarnya.

Baca: Berikut Klasemen Liga 1 2018 Jelang Laga Persib Bandung vs Madura United Live Indosiar

Dikatakannya, atas keuntungan tersebut, perusahaan itu memperoleh sekitar Rp 100 miliar dari tahun 2012 hingga 2015 lalu.

"Mungkin kondisi ini yang membuat, PT SPR selama ini tidak memberikan deviden kepada daerah. Sehingga ketika kami di sini, kami lebih mengutamakan deviden ketimbang membagi keuntungan kepada perusahaan yang sudah merugikan daerah tersebut," ujarnya. (*)

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved