Kapitra Ampera Ultimatum Amien Rais Minta Maaf pada Kapolri, Jika tidak Ini yang Terjadi

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu harus minta maaf karena telah meminta Presiden Jokowi mencopot Tito.

Kapitra Ampera Ultimatum Amien Rais Minta Maaf pada Kapolri, Jika tidak Ini yang Terjadi
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Amien Rais turun dari mobilnya untuk berorasi di depan ribuan peserta aksi damai 299 di depan Gebang Utama DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2017). 

Namun, Amien enggan menjelaskan lebih rinci terkait materi pertanyaan yang diajukan.

Baca: Prabowo: Saya ke Pesantren dan Bertemu Kyai Tidak Pernah Minta Dukungan, Minta Doa Boleh

Baca: VIDEO: Ketika Najwa Shihab Tanyakan Pencitraan Jokowi, Begini Jawaban Timses Prabowo dan Jokowi

Sebelumnya pada 2 Oktober 2018, Amien bersama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sempat bertemu Ratna Sarumpaet.

Saat itu, Ratna mengaku dianiaya pada 21 September 2018 oleh sejumlah orang tak dikenal, di sekitar Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Namun, pada Rabu (3/10/2018) sore, Ratna mengakui bahwa cerita penganiayaan yang dialaminya bohong belaka. Pengakuan Ratna ini setelah ada penyelidikan kepolisian yang tak menemukan bukti adanya penganiayaan Ratna.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra, menghargai kesediaan Amien Rais hadir dan menjadi saksi untuk kasus berita bohong yang menjerat Ratna Sarumpaet.

Namun, tindakan Amien Rais yang mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopot Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat datang ke Polda Metro Jaya, dinilai Yusril merupakan tindakan yang tidak perlu.

Menurut Yusril, tindakan kepolisian sudah tepat terkait pemanggilan Amien Rais yang berstatus saksi dalam kasus Ratna Sarumpaet.

"Ini beda dengan desakan saya yang mempertanyakan keabsahan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung tahun 2010. Karena saya anggap Jaksa Agung tidak sah, maka saya menolak diperiksa, karena kejaksaan itu merupakan satu kesatuan," tegasnya, kepada TribunJatim.com melalui aplikasi pesan singkat, Rabu (10/10/2018).

Kata Yusril, ungkapan dirinya terkait Jaksa agung ilegal itu bukan isapan jempol belaka.

"Saya membuktikannya di Mahkamah Konstitusi, sehingga akhirnya Hendarman Supandji diturunkan dari jabatan Jaksa Agung," bebernya.

Yusril juga menyebut, bahwa ungkapan Amien Rais yang mendesak Kapolri Tito Karnavian dicopot tidak memiliki landasan dan alasan, dan dapat dikategorikan sebagai mengada-ada untuk pengalihan perhatian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapitra Ampera Ultimatum Amien Rais Minta Maaf kepada Kapolri

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved