Seleb

Karena Kanker Paru, Indro Harus Kehilangan 2 Orang yang Disayangi

Kanker paru menjadi momok tersendiri bagi Indro Warkop. penyakit mematikan ini sudah dua kali merenggut orang-orang yang dikasihinya.

Karena Kanker Paru, Indro Harus Kehilangan 2 Orang yang Disayangi
intisari
Pemakaman Dono Warkop 

Almarhum meninggalkan tiga anak, Andika Ario Seno (21), Damar Canggih Wicaksono (15), dan Satrio Sarwo Trengginas (9). Sedangkan istrinya, Titi Kusuma Wardani sudah lebih dulu meninggal dunia akibat kanker payudara pada 14 Agustus 1999.

Baca: Unggah Foto di Makam Istri, Indro Warkop: Aku Cinta Kamu Selamanya. . Premanku

Baca: Istri Indro Warkop Nita Octobijanthy Meninggal, Dimakamkan di TPU Karet Bivak pada Hari Ini

Diminta Awasi Adik

Sampai akhir hayatnya, I Dono tetap konsisten sebagai seniman. Namun sejak sebulan terakhir, "Ayah absen syuting karena harus keluar masuk rumah sakit akibat sesak napas," ujar Ario, anak sulungnya yang mahasiswa D3 Periklanan.

Sesak napas, lanjut Ario, sudah dirasakan sejak dua bulan terakhir. "Tapi baru bulan lalu Ayah berobat serius. Saat itu, kondisinya sudah parah. Sejak itu pula Ayah keluar masuk rumah sakit," ujar Ario.

Dikatakan Ario, ayahnya sama sekali tidak merokok ataupun minum alkohol. Karena itu, ia sempat heran ketika dokter mengatakan Dono kena kanker paru-paru.

Kendati begitu, Ario teringat, "Setahun lalu pinggul Bapak juga ada kankernya. Memang sudah diangkat. Tapi mungkin saja telanjur menyebar dan menyerang paru-paru."

Banyak kenangan manis melekat di benak Ario dan adik-adiknya. "Beliau selalu ingin me'nyenangkan kami bertiga anak-anaknya. Apalagi sejak kepergian Mama. Perhatian Ayah pada kami makin bertambah," ujar Ario yang mendapat amanat dari ayahnya untuk mengawasi kedua adiknya.

Ditambahkan Ario, sosok ayahnya yang terkenal sebagai pelawak, juga terbawa sampai ke rumah. "Di rumah juga dia suka melawak. Ada saja sikap Ayah yang membuat kami tertawa riang. Namun ada kalanya dia serius. Misalnya memberi wejangan yang baik bagi kami. Atau saat dia menggarap sesuatu di rumah."

Selain meninggalkan kenangan manis, Dono juga mempunyai keinginan yang belum terkabul. "Semula Ayah sangat optimis penyakitnya bisa hilang. Katanya, kalau sudah sembuh akan umroh bersama tante-tante saya. Rencananya Februari tahun 2002. Ternyata Tuhan berkehendak lain," lanjut Ario dengan mata masih memerah.

Baca: Harga Premium Batal Naik, Fahri Hamzah Bandingkan dengan Kasus Ratna Sarumpaet

Baca: Foto di Instagram Terhapus Tiba-tiba? Ternyata Instagram Bisa Deteksi dan Menghapus Konten Bullying

Bayar Pakai Perangko

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved