Seleb

Karena Kanker Paru, Indro Harus Kehilangan 2 Orang yang Disayangi

Kanker paru menjadi momok tersendiri bagi Indro Warkop. penyakit mematikan ini sudah dua kali merenggut orang-orang yang dikasihinya.

Karena Kanker Paru, Indro Harus Kehilangan 2 Orang yang Disayangi
intisari
Pemakaman Dono Warkop 

Firasat tak enak sudah dirasakan Indro saat menjaga Dono di rumah sakit. Ketika itu, Dono berpesan agar Indro meneruskan kelompok Warkop yang didirikan September 1973.

"Selama masih bisa diterima masyarakat, saya ikhlas dan rela meneruskan Warkop," janji Indro yang bergabung dengan Warkop tahun 1976. Sedangkan Dono bergabung dengan Warkop sejak 1974.

"Saya masih ingat, sebelum menjadi anggota warkop, saya masih di radio Prambors. Suatu hari saya melihat Mas Dono siaran sendirian, lalu saya minta diizinkan membantu," kenang Indro yang ketika itu masih di SMA. Selanjutnya, Kasino minta Indro bergabung di Warkop.

Kendati bertekad mempertahankan Warkop, Indro tak yakin bisa mendapatkan sosok-sosok yang bisa menggantikan rekanrekannya.

"Saya enggak yakin bisa mencari orang untuk menggantikan tiga rekan terdahulu (Nanu, Kasino, dan Dono),' ujar Indro seraya menambahkan Warkop DKI telah menghasilkan 36 judul film layar lebar, 104 episode sinetron masing-masing 30 menit, serta 26 judul sinetron berdurasi 80 menit.

Baca: Korban Tewas Gempa Situbondo Tertimpa Bangunan Roboh Saat Tidur, Gempa Terjadi Dini Hari

Baca: BTS Akan Gelar Konser Love Yourself di 4 Negara Asia, Ada Indonesia?

Beli Jamu ke Kalimantan

Isak tangis merebak saat pemakaman. Terutama dari kalangan pelawak-pelawak muda yang selama ini banyak dibantu Warkop. Salah satunya adalah Ulfa Dwiyanti. "Mas Dono itu guru gue. Gue bisa begini karena Warkop," ujar Ulfa dengan mata sembap.

Mengaku jarang bertemu dengan Dono, bukan berarti tidak saling tahu kabar masing-masing. "Setahu saya dia sakit, dan sakitnya itu bisa disembuhkan. Enggak tahunya dia telah pergi," ujar Ulfa. mengaku bisa melawak karena diajari Dono dan Kasino.

"Masih saya ingat di TVRI tahun 1991. Waktu itu mereka mengajari cara ngomong yang lucu. Pokoknya, banyak ilmu yang saya dapat dari mereka," lanjut Ulfa yang banyak belajar dari Warkop saat masih jadi penyiar di radio humor Suara Kejayaan (SK).

Tangis sedih juga muncul dari pelawak Taufik Savalas. Pasalnya, Taufik baru saja datang dari Balikpapan.

"Mas Indro yang minta saya ke sana membelikan jamu-jamu dari Kalimantan untuk menyembuhkan Mas Dono. Saya sudah membawa pulang banyak, eh, ternyata sampai di sini Mas Dono sudah tiada," cerita Taufik sembari terisak-isak.

Wajar bila Taufik amat terpukul dengan kepergian Dono. Sama seperti halnya Ulfa, Taufik juga "dibesarkan" oleh para personel Warkop saat bergabung di radio SK, Banyak ilmu tentang lawak dan juga pelajaran tentang hidup ditimbanya dari Warkop.

Ya, bukan hanya mereka yang kehilangan, tapi juga seluruh penggemar Dono. Rasanya tak akan pernah ada lagi pelawak sepertinya.

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved