Pekanbaru

Wakil Rakyat Prihatin Atas Meninggalnya Seorang Anak Akibat Difteri di Pekanbaru

Wakil rakyat di DPRD Pekanbaru sangat prihatin adanya korban anak-anak yang meninggal dunia karena kasus difteri di Kecamatan Tampan

Tribun Pekanbaru/Tribunnews/Bangka Pos/Grafis : didit
Difteri 

Seperti diketahui, Plt Kadiskes Pekanbaru dr Rizaldi Zaini mengatakan, apabila ada kasus difteri hingga menyebabkan meninggal dunia, kejadian tersebut termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB).

Untuk di Kota Pekanbaru, total kasus difteri hingga Oktober ini sebanyak 5 kasus, terdiri dari 4 kasus di Kecamatan Tampan (satu korban meninggal dunia), serta 1 kasus lagi ditemukan di Kelurahan Rejosari, Tenayan Raya.

Setalah dilakukan penelusuran terhadap korban meninggal dunia, petugas dari Diskes mendapatkan informasi, bahwa anak yang meninggal dunia akibat difteri tersebut memang tidak pernah diimunisasi.

"Ini perlu menjadi perhatian kita, jika anak kita tidak mendapatkan perlindungan kekebalan khusus, maka sangat rentan terkena difetri. Kami berharap orang tua segera memberikan imunisasi kepada anaknya yang belum diberikan imunisasi, baik imunisasi MR maupun imunisasi difteri," katanya.

Zaini mengungkapkan, selain vaksin MR, anak-anak juga harus mendapatkan imuniasi difteri, pertusis dan tetanus atau biasa dikenal dengan istilah imunisasi DPT. (*)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved